Header Ads

Header ADS

KANDIDAT PILKADES PECUK DINILAI ADA YANG TIDAK BERMORAL "JANGAN DIPILIH"

Nganjuk, Pojok Kiri, Perhelatan pemilihan kepala desa serentak gelombang tiga atau terakhir di kabupaten Nganjuk akan digelar pada hari Selasa, 26 November 2019, sebanyak 19 desa dari 12 kecamatan akan menentukan nasibnya sendiri pada sebuah kompetisi demokrasi. Upaya dan harapan masyarakat beserta pemerintah kabupaten Nganjuk pada gelaran besuk tidak akan menimbulkan konflik horisontal dan yang pasti yang amanah dan terbaik yang akan menjadi pemenangnya serta mampu menjadikan desa lebih baik dan maju. 

Demikian halnya desa Pecuk kecamatan Patianrowo, empat kandidat akan bertarung dalam mendapatkan hati masyarakat. Namun ada satu kandidat yang selalu menjadi perbincangan negatif ditengah pelaksanaan Pilkades, terkait tabiatnya (moralnya) yang bejat karena pernah lakukan perbuatan yang tidak pantas yaitu melakukan perselingkuhan dengan istri orang lain sehingga jabatannya yang saat itu sebagai kabayan, oleh masyarakat setempat harus di pecat atau mengundurkan diri. 

Sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan, karena merasa tidak enak dan dikira melakukan kampanye hitam (blac campaign) dari dusun Glagahan desa Pecuk mengatakan, dirinya bersama warga lainnya merasa was-was dan takut kalau nantinya orang ini terpilih menjadi kepala desa dengan cara menghalalkan segala cara untuk merebut suara rakyat. 

Karena menilik dari peragainya bukan tidak mungkin orang tersebut melakukan hal itu. Dan kalau itu terjadi, lantas menjadi pemimpin di desa yang kami cintai, moral anak-anak menjadi buruk, sebab disaat ada salah satu warga yang melakukan perbuatan yang sama, orang tersebut akan mengembalikan atau membalikkan fakta kepada pemimpinnya (kepala desanya) ini akan menjadi presiden buruk pada desa Pecuk. 

"Kami bukan tidak suka sama kandidat ini, tapi kami hanya tidak suka pada peragainya yang telah dicap suka mempermainkan istri orang, apa jadinya kalau dia menjadi kepala desa, sosok pemimpin desa Pecuk, bukan tidak mungkin tabiat buruknya muncul dan istri warganya yang diselingkuhinya, naudzubillah min dzalik," ujarnya sambil memohon namanya tidak dipublikasikan. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh salah satu tokoh agama, desa Pecuk, kalau dirinya memohon kepada sang Kholiq agar masyarakat Pecuk tidak menjadi lupa dan silau karena sembako atau uang yang telah ia terima atau dijanjikan oleh kandidat ini atau dari kandidat yang senang mempermainkan wanita lebih-lebih istri orang, karena apa yang kita terima saat ini akan menjadi hal yang menyakitkan dikemudian hari.

"Saya berharap kepada calon pemilih untuk memberikan suaranya kepada calon yang berakhlaq mulia dan mempunyai moral yang baik, bukan kepada kandidat yang senang berselingkuh dengan istri orang, karena keburukannya bisa berdampak pada masyarakat desa Pecuk," ujar tokoh agama ini, yang juga namanya untuk sementara tidak dipublikasikan. 

Sedang saat ditanya pada kedua narasumber tersebut terkait siapa kandidat calon kepala desa Pecuk yang mempunyai tabiat buruk itu, mereka hanya menjawab berinisial SH dan setelah pihak media ini mengetahui inisial tersebut mencoba untuk mendatangi rumahnya beberapa kali tapi sayang tidak pernah ketemu bahkan salah satu keluarga SH mengatakan kalau yang dicari media ini sedang keluar dan tidak berada ditempat serta tidak tahu keluar kemana. (Team).

No comments

Powered by Blogger.