Header Ads

Header ADS

KAYU ATAP LAPUK 1 RUANG KELAS SDN 1 BABADAN KECAMATAN PATIANROWO AMBRUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Program pemerintah daerah kabupaten Nganjuk menjadikan pendidikan ramah anak dan lingkungan, tercoreng oleh ambruknya satu ruang kelas SD Babadan 1 kecamatan Patianrowo kabupaten Nganjuk. Bangunan yang sudah tidak layak pakai karena kayu atap sejak musim penghujan (awal tahun 2019) sudah nampak rapuh dan sudah dilakukan pengajuan perbaikan, tapi sampai atap kelas ambruk, tanda-tanda akan dilakukan renovasi oleh pihak terkait dalam waktu dekat masih buram. 

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala SDN 1 Babadan kecamatan Patianrowo, Wariadi, SPd, sejak pihak sekolah mengetahui kayu atap kelas IV, V dan VI sudah banyak yang rapuh dan tidak layak lagi, maka pada bulan Januari 2019 mengajukan prihal permohonan rehab atau renovasi kepada dinas Pendidikan kabupaten Nganjuk. Disamping itu dirinya bersama dewan guru dan komite juga langsung mengevakuasi ruang tersebut untuk tidak digunakan lagi. 

"Awal yang dikosongkan adalah kelas IV, karena ruang tersebut, kayu atapnya yang terparah, sedangkan kelas V dan VI meski tidak layak tetap kami gunakan, sedangkan untuk anak kelas IV memakai ruang kelas II, sedangkan kelas I dan II terpaksa memakai ruang Perpustakaan dengan sistim gilir, pagi kelas I dan siang kelas II," ujar kepala SDN I Babadan Wariadi. 

Masih lanjut Wariadi, sejak atap kelas IV ambruk pada kemaren Jumat, 01 November 2019, pukul 15.30 WIB, saat ini juga langsung mengkosongkan dua kelas lainnya, karena pihak sekolah takut akan terjadi hal serupa disaat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Sebab 3 lokal gedung kelas IV, V dan VI yang direnovasi terakhir tahun 2013 kayu atapnya sudah tidak layak lagi (rapuh) bahkan pada lantainya-pun sudah mengalami penurunan.

"Dengan dikosongkannya 3 lokal kelas, praktis yang digunakan 3 ruang kelas dan 1 ruang Perpustakaan, sedangkan untuk 2 kelas lainnya untuk sementara KBMnya kami pinjam rumah warga yang tidak jauh dari sekolah ini. Untuk kelas III sampai kelas VI tetap di gedung ini dengan rincian kelas IV, V dan VI memakai ruang kelas I, II dan III sedangkan untuk kelas III menempati ruang Perpustakaan," ujar Wariadi lagi. 

Sedangkan kelas I dan II dirumah warga dengan sistim gilir. Hal ini menjadi sangat miris, dimana pemerintah kabupaten mencoba memperbaiki dan menjadikan kota/kabupaten layak anak, sedangkan gedung sekolah belum bersahabat dengan keselamatan anak. Disisi lain kepala dinas Pendidikan kabupaten Nganjuk Drs Mokhamad Yasin, MSi via telphon selulernya mengatakan kalau SDN 1 Babadan akan dilakukan renovasi pada awal tahun 2020.

"Setelah tadi pagi kami melakukan pengecekan, maka dimungkinkan gedung SD itu direnovasi pada permulaan tahun 2020, dan untuk sementara bagi kelas 1 dan II, kami titipkan dirumah warga. Bahkan saya sendiri tadi yang meminta ijin pada warga agar rumahnya bisa dijadikan tempat KBM dan Alhamdulillah diijini," ujar kepala dinas Yasin. 

Sedang menurut wakil bupati Nganjuk Dr, Drs, Marhaen Djumadi, SE, SH, M.B.A mengatakan, mengetahui adanya ruang kelas yang ambruk dirinya langsung menugaskan kepala dinas Pendidikan untuk langsung turun dan melihat kejadian sebenarnya. Bahkan dirinya juga akan turun langsung ke SDN 1 Babadan pada Senin besok.

"Saya nanti akan berkomunikasi langsung dengan kepala dinas Pendidikan, terkait bagaimana cara tercepat untuk bisa melakukan renovasi SD tersebut agar anak-anak bisa melaksanakan KBM dengan tenang dan nyaman dan yang pasti besok Senin saya ingin melihat langsung kondisi sebenarnya dari SDN 1 Babadan," pungkas wabup Marhaen, via Phonselnya, 02/11/2019. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.