Header Ads

Header ADS

LAGI, PELAJAR DI TANJUNGANOM TERJERAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Nganjuk, Pojok Kiri, Ruang gerak para pelaku penyalahgunaan narkoba walau telah dipersempit bahkan bisa dibilang ditutup oleh Satuan Reserse (Satres) narkoba Polres Nganjuk, dengan melakukan penyisiran ditiap jengkal wilayah hukumnya dan melakukan penangkapan bagi mereka yang tetap berani coba-coba bermain barang haram dengan men-jebloskannya ke hotel prodeo. 

Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang diganjar timah panas dan mendapatkan hukuman berat. Para pelaku penyalahgunaan narkoba ini, tetap berani beroperasi di wilayah Nganjuk, dengan satu tujuan, merusak generasi bangsa, yaitu membunuh akal sehatnya bahkan mengambil nyawa penggunanya. Ini sangat disayangkan, di-era milinial dimana generasi muda, sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa menjadi lebih maju. 

Tidak demikian dengan TM 17 tahun warga desa Ngadirejo kecamatan Tanjunganom kabupaten Nganjuk, yang dengan sadar dia mengonsumsi pil dobel L tiap pagi, 2 butir dan menjual barang haram tersebut pada teman-teman sebayanya, baik yang masih pelajar maupun yang sudah putus sekolah. Ia juga tahu kalau barang tersebut mampu meracuni otaknya dan bahkan mampu membunuhnya.  

"Saya tahu, kalau pil dobel L bisa merusak otak bahkan bisa merenggut nyawa, tapi jujur, saya memakai barang tersebut menjadi enteng bahkan saya menjadi kuat untuk tidak tidur beberapa hari, sedangkan barang ini juga saya jual kepada teman-teman saya," ujarnya saat release di halaman Mapolres Nganjuk.

Menurut pengakuaannya barang tersebut, ia dapat dari Santoso 23 tahun dari desa yang sama dengan TM. Yang ditangkap oleh Satlantas Polres Nganjuk saat mengendarai mobil Toyota Avansa nopol AG 1918 VS, diduga saat melanggar lalu lintas jalan dan diberhentikan petugas, pelaku ini berusaha kabur lalu terjadilah kejar-kejaran. Bahkan teman Santoso saat menghindar dari petugas lantas juga berusaha menghilangkan barang bukti (BB) dengan melempar (membuang) tas kulit warna hitam keluar mobil.

Hal ini membuat kecurigaan satlantas menjadi kian besar dan setelah berhasil ditangkap (diberhentikan) tepat di gang Seruni (ditepi jalan Diponegoro) 4 teman lainnya berhasil kabur (DPO) pihak satlantas berhasil mengamankan BB berupa 1 buah tas kulit hitam yang berisi 76 butir pil dobel L, uang tunai sebesar Rp.130 ribu dan 1 buah Hp. Sedangkan dari hasil pengembangan pihak Satresnarkoba berhasil mengamankan BB berupa 1 buah mobil Avansa, 1200 butir pil dobel L, diketahui barang tersebut dari lapas Madiun. 

Tersangka lainnya yang juga berhasil diamankan adalah Setyo W warga desa Katerban kecamatan Baron kabupaten Nganjuk dan untuk kelompok Arokim Satresnarkoba berhasil menangkap Iwan M yang beralamat di desa Watudandang kecamatan Prambon dan Didik P dari desa Tanjungkalang kecamatan Ngrongot yang diketahui sebagaimana pengakuannya barang tersebut dari Arokim  yang beralamat sama dengan Didik dan dari pengakuan Arokim kalau barang haram itu, dari Teguh yang beralamat di desa Gringging kecamatan Grogol kabupaten Kediri ternyata alamat yang dikantongi pihak Satresnarkoba palsu. 

Sedangkan BB yang berhasil diamankan dari kelompok ini pil dobel L sebanyak 20.000 butir. Sedangkan pasal yang dikenakan para tersangka adalah pasal 196 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1 Milyar. 

Sedangkan kasus lainnya yang ikut di-release adalah penyalahgunaan narkoba jenis shabu-shabu dengan tersangka Samsul alias Kenyul warga desa Pajeng kecamatan Gondang kabupaten Bojonegoro dengan BB berupa plastik klip shabu beserta pembungkusnya seberat 0,27 gram dan 1 buah Hp. Sedangkan tersangka dijerat pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp.800 juta. 

"Kami akan terus berperang melawan narkoba sampai Nganjuk benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba, karena kami tidak akan memberi ruang sedikitpun untuk para pelaku ini," pungkas Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto saat pers release di halaman depan Mapolres Nganjuk, 11/11/2019. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.