Header Ads

Header ADS

RENOVASI SDN I PUTREN DITOLAK ORANG TUA DIDIK

Nganjuk, Pojok Kiri, Puluhan orang tua didik SD 1 Putren kecamataan Sukomoro kabupaten Nganjuk melakukan aksi unjuk rasa di Balai desa Putren. Mereka menuntut pelaksana untuk menghentikan aktivitas renovasi plafon dan kusen (jendela dan pintu) di 6 ruang kelas (mulai kelas I sampai kelas VI), ditenggarai kayu pengganti kusen kualitasnya tidak menjadi lebih baik. Sebab kayu yang dipakai sebelumnya adalah kayu Jati dengan kondisi kayu masih kokoh dan bagus, belum terlihat ada pengeroposan sedangkan penggantinya, ditenggarai kayu Mahoni yang kualitasnya tidak setara bahkan jauh dari kata layak. 

Hal ini sebagaimana yang dikatakan, oleh para orang tua didik, yang meminta pemasangan kusennya memakai kayu jati (kayu lama) dan kalau pelaksana proyek dan pengambil kebijakan tetap melaksanakan renovasi sebagaimana yang telah dilakukannya dengan konsekuensi berani bertanggungjawab kalau kemudian hari terjadi hal yang sama-sama tidak dikehendaki, para orang tua didik tidak akan menghalangi jalannya proyek tersebut. 

"Kami para orang tua didik, intinya menolak pergantian kayu kusen yang awalnya kayu Jati diganti kayu Mahoni, apalagi kayu Jati bekas bongkaran kualitasnya masih sangat baik, sedangkan kualitas pengganti yaitu kayu Mahoni kualitasnya berada jauh dibawah kayu lama," ujar Suparlan wali siswa kelas I dan kelas V yang juga di Aamiinin orang tua didik lainnya, sesaat setelah dimediasi oleh Camat Sukomoro, kepala desa Putren, Polsek Sukomoro, kepala sekolah dan pihak pelaksana CV Teguh Karya. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh camat Sukomoro, Drs. Tri Basuki Widodo, MPd saat mediasi, dirinya akan membantu masyarakat, kalau tuntutannya diberikan secara tertulis, bahkan pihaknya juga siap mendatangkan dinas Pendidikan selaku pemegang kebijakan untuk melakukan pengecekan secara langsung, agar mereka tahu, kayu yang ada saat ini masih layak atau tidak dan tetap dipakai atau diganti.

"Saya sebagai camat Sukomoro memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap masyarakat yang sangat perduli akan peningkatan mutu pendidikan kecamatan Sukomoro, kabupaten Nganjuk pada umumnya. Saya juga akan mensuport masyarakat dalam hal melakukan tuntutannya," ujar camat Tri pada media ini. 

Sedangkan menurut pelaksana proyek renovasi SDN I Putren, direktur CV Teguh Karya, Fathor Rokhim mengatakan, pihaknya melakukan renovasi sebagaimana Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat pihak konsultan. Apabila pihaknya diminta untuk berhenti sementara dari pengerjaan atau lanjut, atau kayunya harus diganti Mahoni atau tetap pakai Jati, terserah yang buat kebijakan. "Kami hanya pelaksana dan semuanya saya serahkan kepada Konsultan atau pembuat kebijakan," ujar Fathor. 

Dilain tempat kepala dinas Pendidikan Drs. M Yasin MSi mengatakan pada media ini, pengerjaan renovasi adalah perbaikan yang dipandang tidak layak, tapi kalau seperti SDN 1 Putren dipandang kayunya masih layak, sudah seharusnya dipakai bukan diganti apalagi kalau benar kayu Jatinya masih baik dan bisa dipakai. "Kalau benar SDN 1 Putren kayu awalnya Jati dan sekarang diganti kayu Mahoni, ini sama artinya penurunan kualitas. Dan mengenai adanya penolakan dari para orang tua didik, saya belum menerima laporan, tapi yang jelas saya memberikan apresiasi tinggi kepada para masyarakat yang ikut perduli dengan peningkatan mutu pendidikan dan terlibat langsung dalam pengawasannya," pungkas Kadisdik Yasin diruang kerjanya, 28/11/2019. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.