Header Ads

Header ADS

TIPU RP. 2,5 MILYAR, PENEBAS BAWANG MERAH DIANCAM 4 TAHUN PENJARA


Nganjuk, Pojok Kiri, Sebanyak 65 pedagang bawang merah pasar Sukomoro kabupaten Nganjuk menjadi korban penipuan seorang tengkulang (red bhs Jawa. Penebas) Lasmidi asal desa Pojok RT 03/RW 02 kecamatan Kwadungan kabupaten Ngawi. Dengan modus membeli barang dengan pembayaran pada waktu ambil barang lagi (red bhs Jawa. Nyaur gowo). Hal ini awalnya biasa dilakukan pelaku dengan para pedagang (korban) karena pelaku telah mendapatkan kepercayaan penuh, sebab pelaku membayar barang yang diambilnya dari pedagang saat itu, selalu tepat waktu. 

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto dalam konfrensi pers selasa, 19 November 2019 di halaman depan Mapolres Nganjuk, pihaknya mengetahui, kalau banyak pedagang bawang merah yang merasa tertipu oleh seorang penebas, karena adanya laporan dari para korban ke Polsek Sukomoro dan Polres Nganjuk. Setelah itu pihak Satreskrim melakukan penyidikan terkait laporan tersebut. 

"Menurut pelapor, dirinya merasa ditipu oleh pelaku dengan cara membawa bawang merah untuk dijual lagi ke luar kota, ternyata sampai waktu yang dijanjikan, pelaku juga tidak kunjung datang untuk membayar, bahkan para korban mencoba menghubungi via hanphone genggamnya-pun tidak menjawab bahkan terakhir nomer pelapor di blokir oleh pelaku," ujar Kapolres Handono. 

Disisi lain pihak Satreskrim setelah mengetahui keberadaan tersangka langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan pelaku dan berhasil ditangkap disebuah kostel kamar C5 desa Bantengan kecamatan Wungu kabupaten Madiun pada hari Jumat 15 November 2019, yang selanjutnya digelandang ke Mapolres Nganjuk beserta barang bukti (BB) hasil dari perbuatan jahatnya. Selanjutnya tersangka untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya dikenakan pasal 378a KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 4 tahun penjara. 

Sedangkan BB yang berhasil diamankan dari tersangka yaitu 1 buah mobil jazz warna putih, 1 buah sepeda motor scoopy, 1 buah mesin cuci, 1 buah  TV LCD Sony 43 inc, 1 set power dan sound system, 2 buah kalung mas beserta kwitansi pembeliannya dan uang tunai sebesar Rp 80 juta. Diperkirakan barang tersebut kalau diuangkan sekitar Rp. 400 juta, sedangkan pelaku melakukan perbuatan jahat (penipuan) dari 65 pedagang sebesar Rp, 2,5 Milyar. 

"Kalau dilihat besaran kerugian korban yang begitu besar dan barang bukti yang masih kecil, pihak kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini. Sedangkan dari pengakuan tersangka, kalau dirinya merasa merugi sehingga tidak mampu untuk membayar kepada para korban. Tapi disisi lain pihak pelaku justru mampu membeli beberapa barang keperluannya yang dibilang cukup mewah," pungkas Kapolres Handono pada awak media, 19/11/2019, pagi. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.