Header Ads

Header ADS

KADES GONDANG BERHASIL DI OTT POLRES NGANJUK SAAT LAKUKAN PUNGLI

Nganjuk, Pojok Kiri, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polres Nganjuk, kini menyasar dugaan pungli terhadap pengusaha tambang galian C. Langkah itu diambil setelah adanya laporan dari masyarakat terhadap dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum kepala desa Gondang kecamatan Pace kabupaten Nganjuk. Team Saber Pungli yang dikomando Kanit Tipikor Iptu Imam Susanto, langsung melakukan pengembangan informasi. 
Setelah dirasa cukup dalam penggalian informasi, maka satuan ini melakukan penyisiran tempat yang akan dilakukan ajang transaksi pungli yang berkaitan dengan pengurusan permohonan sosialisasi kepada masyarakat desa Gondang, kecamatan Pace, sebagai persyaratan untuk mengurus Izin lingkungan, yang selanjutnya digunakan sebagai persyaratan izin operasi produksi.
Sebagaimana yang dikatakan oleh kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto saat konfrensi Pers di halaman depan Mapolres Nganjuk mengatakan, keberhasilan dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) oknum kepala desa Gondang kecamatan Pace Wahyu Nurhadi tidak lepas dari informasi masyarakat terkait dugaan akan adanya pungli.
"Keberhasilan unit Tipikor Satreskrim Polres Nganjuk melakukan OTT terhadap oknum kades Gondang kecamatan Pace di sebuah rumah makan ayam bakar jalan Panglima Sudirman kelurahan Mangudikaran kecamatan/kabupaten Nganjuk sekira pukul 14.00 WIB atas informasi masyarakat. Dan sebagaimana informasi oknum ini telah melakukan penyalahgunaan wewenang dengan melakukan pungli," ujar kapolres Handono. 
Masih lanjut kapolres Handono, dalam OTT berhasil mengamankan sejumlah uang Rp. 19.7 juta, satu buah Hp beserta sim cardnya dan satu buah surat permohonan sosialisasi kepada kades Gondang kecamatan Pace. Dan tersangka dikenakan pasal 12 huruf e dan atau pasal 11 UURI Nomer 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UURI Nomer 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. "Sebagaimana pasal yang dikenakan tersangka diancam hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp.200 juta dan paling banyak Rp.1 Milyar," ujar kapolres Handono lagi.
Dipihak lain, kades Gondang kecamatan Pace Wahyu Nurhadi menolak dirinya telah melakukan pungli terhadap pengusaha tambang, karena menurutnya uang yang diminta sebesar Rp.100 juta baru diberikan Rp.19,7 juta merupakan upah kerja dalam membuat jalan pertolongan agar tambang galian C bisa melewati lahan warga. Apalagi uang sebesar itu rencananya untuk tiga orang yaitu Jogotirto, dirinya dan salah satu warga yang dinamakan team pembuat jalan. 
"Saya ini bekerja untuk membuat jalan pertolongan dan sebagaimana yang dijanjikan, saya beserta dua orang lainnya akan mendapat upah Rp.100 juta. Jadi saya ini bukan mempersulit ijin dan melakukan praktek pungli, apalagi yang menawarkan uang tersebut adalah pengusaha tambang sendiri. Sedangkan mengenai rencana pembuatan jalan pertolongan akan dimulai bulan Maret besuk," pungkas Wahyu disela-sela release kasus OTTnya di halaman Mapolres Nganjuk pagi, 16/12/2019. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.