Header Ads

Header ADS

KASUS ATLIT SENAM SHALFA DITUTUP SETELAH PERMINTAAN MAAF PELATIH

Kediri, Pojok Kiri, Perselisihan antara tim pelatih senam dengan keluarga atlet senam artistik Shalfa Avrila Siani akhirnya ada kesepakatan damai dengan permintaan maaf atas kasus yang menimpa atlitnya. Hal ini dilakukan karena adanya permintaan pelatih yang saat itu menghubungi keluarga Shalfa melalui telepon untuk melakukan pertemuan. Dan setelah itu tercapai kata sepakat untuk bertemu di salah satu hotel di kota Kediri. 

Pada pertemuan yang sangat singkat, disamping para pelatih senam mengucapkan kata maaf juga melakukannya melalui tulisan bermaterai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, baik pelatih maupun keluarga Shalfa. Dalam pertemuan tersebut Atlit Shalfa yang sebelumnya ditolak menjadi kontingen Merah Putih di Sea Game Philipina karena isu keperawanan tidak bisa datang dikarenakan masih taraf pemulihan psikologisnya.

Seperti yang dikatakan Imam Muklas kuasa hukum dari Shalfa mengatakan, dengan adanya permintaan maaf dari pihak pelatih senam, pihak keluarga Shalfa bersepakat menutup kasus ini. Bahkan pihak pelatih memberikan jaminan pada anak didiknya (red. Shalfa) masuk dalam kontingen Jawa Timur pada ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2020 di Papua. "Sejak ditandatanganinya perjanjian permintan maaf dari pihak pelatih senam, kasus yang sempat viral ini ditutup dan tidak diperpanjang lagi," ujar Imam Muklas.

Masih menurut Imam Muklas, terkait teknis pelatihan Shalfa dalam persiapan PON 2020, pihaknya akan berkoordinasi dengan para pelatih senamnya. Apalagi terkait kepindahaan sekolah Shalfa yang awalnya sempat malu dan tidak mau untuk sekolah lagi, yang besuk Senin mulai masuk disekolah barunya di sebuah SMA di Kediri juga akan dibicarakan dengan pelatihnya. 


"Saat ini, Shalfa sudah mulai sekolah di Kediri. Dari pihak sekolah juga mendukung penuh semua aktifitas positifnya dan akan difasilitasi. Sedangkan disisi lain proses pendampingan dari RSUD Gambiran terkait pemulihan trauma Shalfa masih berjalan karena dengan isu virginitas, membuatnya tidak mempunyai semangat untuk melanjutkan prestasinya, baik akademik maupun non akademik, apalagi saat ini Shalfa kelas XII," pungkas Imam Muklas pada awak media sesaat setelah pertemuan dengan para pelatih senam. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.