Header Ads

Header ADS

PAGAR SDN 3 GAMPENG NGLUYU TAHUN 2017 DIDUGA TIDAK DISELESAIKAN REKANAN

Nganjuk, Pojok Kiri, Pembangunan pagar keliling di lingkungan Sekolah  Dasar Negeri (SDN) 3 Gampeng kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk di sorot komisi IV DPRD Nganjuk, pasalnya pekerjaan proyek yang diduga memakai anggaran APBD tahun 2017 tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) oleh pihak rekanan yang mengerjakan kegiatan tersebut. Hal ini terlihat setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan sidak. 
Proyek pembangunan pagar keliling yang sebagaimana laporan, disamping hasil pekerjaannya yang disinyalir asal-asalan juga pengerjaannya tidak tuntas. Ini bisa dilihat dari cagak pagar ke cagak lainnya yang seharusnya dipasang besi, dibiarkan kosong melompong. Hal inilah yang menguatkan pelapor akan dugaan pengerjaan pihak rekanan melakukan penyimpangan dan tidak sesuai dengan spesifikasi atau RAB yang sudah diatur dalam klausul kontrak. 

Anehnya lagi, pihak konsultan sebagai pihak perencana dan pengawas proyek selama 2 tahun ini bisa dibilang diam, dan tidak melakukan laporan, terkait rekanan yang mengerjakan pembangunan yang diduga kuat belum tuntas. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Edy Santoso, SPd ketua komisi IV DPRD Nganjuk pada media ini, pihaknya sangat kecewa dengan kualitas bagunan yang jelek dan pelaksanaan-pun terlihat belum rampung. 
"Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala SDN 3 Gampeng, biaya pembangunan pagar keliling sebesar Rp. 350 juta, dan dalam gambar, antara cagak tembok pagar terpasang besi, tapi kenyataannya sampai sekarang belum terpasang. Ini meng-indikasikan kalau pengawasannya sangat lemah, apalagi itu tahun anggaran 2017 yang pelaksanaannya oleh pihak terkait dianggap telah selesai dan pengerjaannya dianggap sesuai dengan kontrak," ujar Edy seakan tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya dalam sidak di SDN 3 Gampeng. 

Masih lanjut Edy Santoso, pihaknya akan menanyakan ke pihak terkait atas pengerjaan pagar keliling yang diduga belum rampung, karena dirinya saat tanya ke pihak sekolah, atas rekanan yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan tidak tahu dan lupa. Serta Edy juga mengingatkan ke dinas terkait, untuk tidak terlalu percaya atas laporan-laporan yang baik, tanpa turun langsung ke lapangan sendiri, dan Edy juga meminta semua kegiatan proyek untuk diawasi dengan rutin agar tidak terjadi penyimpangan. 
"Jangan hanya mengejar target dan ke-untungan lantas,  hasil pengerjaannya jelek dan proyek yang dilaksakannya menjadi, terkesan asal-asalan, seperti pengerjaan proyek pagar keliling sekolah ini. Dan kami dalam waktu dekat juga, akan meminta ke dinas terkait atas pelaksanaan pembangunan yang memakai anggaran tahun 2017 yang diduga sampai dua tahun anggaran belum selesai, serta apabila nanti ditemukan ada unsur merugikan keuangan negara atau ada unsur korupsinya, akan kami serahkan ke aparat penegak hukum dalam penyelesaiannya," pungkas Edy Santoso tegas, 03/12/2019. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.