Header Ads

Header ADS

POLRES NGANJUK BARENG FORKOPIMDA MUSNAHKAN BARANG BUKTI NARKOBA DAN MIRAS

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, tepatnya bulan November-Desember 2019, Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil mengungkap 17 kasus, dengan 18 tersangka. Terdiri dari 4 perkara narkotika dengan 4 tersangka, dan 13 perkara obat keras berbahaya (okerbaya) dengan 14 tersangka. Sebagaimana yang dijelaskan kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto pada gelaran pemusnahan barang bukti narkoba dan miras hasil operasi tahun 2019 Polres Nganjuk bersama Forkopimda kabupaten Nganjuk di halaman depan Polres Nganjuk. 

Dalam penjelasannya para tersangka mendapatkan barang haram jenis shabu sebagaimana pengakuannya dari luar kabupaten Nganjuk yakni, Surabaya, Jombang, Kediri dan Madiun, bahkan diantaranya ada dari jaringan Lapas. Sedangkan penerapan pasal yang disangkakan pada 4 perkara narkotika dengan 4 tersangka diantaranya Samsul (24) warga Desa Pajeng Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Aji Wibowo (32) warga Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Mangunharjo Kota Madiun, Lukman Prabowo (27) warga Desa Ngangkatan Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, dan Saiful Anam (27) warga Kelurahan Sidodai Kecamatan Simokerto Kota Surabaya adalah pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UURI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika

"Empat tersangka narkotika sebagaimana pasal yang disangkakan diancam hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp.800 juta atau paling banyak Rp.8 Milyar sedangkan untuk kasus okerbaya di terapkan pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2),(3) UURI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.1 Milyar," ujar kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto. 

Sedangkan 13 perkara okerbaya dengan 14 tersangka  yang kesemuanya dari kabupaten Nganjuk diantaranya Iwan Muklisun (37), warga dusun Banaran desa Watudandang Kecamatan Prambon, Didik Prasetyo (27), warga dusun Plosorejo desa Tanjungkalang kecamatan Ngronggot, Arokim (37) desa Tanjungkalang Kecamatan Ngronggot, Setyo Widhi (36) warga dusun Sambikenceng desa Katerban kecamatan Baron, Santoso (23) warga desa Ngadirejo kecamatan Tanjunganom, Bayu Pratama (24) warga dusun Jerukwangi desa Banjardowo kecamatan LengkongM. Adi Aryo Subekti (27) warga dusun Kedung tunggak desa/kecamatan JatikalenSutari (27) waraga desa Ngasem kecamatan Jatikalen, Arif Agustin (24) warga desa Kaloran kecamatan Ngronggot, Agus Puji Santoso (35) warga desa Kaloran kecamatan Ngronggot, Aldila Saputra (23) waraga dusun Sukorejo desa Jogomerto kecamatan Tanjunganom, Finansyah Didang Muliawan (18) dusun Paldaplang desa Jogomerto kecamatan Tanjunganom, Jopan Armando (21) warga desa Kaloran kecamatab Ngronggot, dan  Abdul Muntain Nur Jamil (21) warga dusun Bandung desa Betet kecamatan Ngronggot.

Barang bukti yang dimusnahkan pada gelaran kali ini diantaranya 16,6 gram sabu, 72.591 butir dobel L dengan cara dibakar dan 180 liter arjo dalam 6 juriken, 125 liter arjo dalam 5 juriken, 150 liter arjo dalam 10 juriken, 649 liter arjo dalam 518 botol, 4 botol berisi miras srigunting, 2 botol isi miras kili, 3 botol isi miras cap kuntul, 4 botol isi vodka, dan 1 botol anggur dibuang ke selokan depan Mapolres Nganjuk oleh Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto bersama Dandim 0810/Nganjuk Letkol Kavaleri Joko Wibowo, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kabupaten Nganjuk Bambang Subagio, Sekda Nganjuk Agoes Soebagijo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

"Barang bukti yang ada ini sudah termasuk barang bukti yang sudah disisihkan ke pengadilan dalam rangka proses persidangan sebagai alat bukti dan dengan pemusnahan barang bukti ini kedepannya bisa menjadikan Nganjuk lebih bersih dari penyalahgunaan narkoba dan minuman keras ilegal," pungkas kapolres Handono saat memberikan sambutan pada gelaran tersebut, 19/12/2019, pagi. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.