Header Ads

Header ADS

PROYEK PELEBARAN JALAN DI KECAMTAN NGLUYU TERKESAN ASAL-ASALAN, DISOAL KOMISI III


Nganjuk, Pojok Kiri, Proyek pelebaran jalan cumpleng di dua sisi bahu jalan kecamatan Ngluyu, mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Nganjuk. Pasalnya, proyek pengerjaannya disinyalir asal-asalan dan ketebalan dari media pelebaran tersebut tidak rata dan juga, belum genap satu bulan sudah banyak yang mengalami keretakan, bahkan pekerjaannya terputus-putus. Disisi lain dana untuk pelebaran jalan cumpleng juga dinilai oleh anggota DPRD Nganjuk komisi III telah terjadi double anggaran.

Dimana pelaksana proyek tersebut dilakukan oleh dua kontraktor yang pertama CV Wiar dengan anggaran Rp. 191.100.000,oo untuk pengerjaan berem dan yang kedua CV Indrajaya Utama dengan anggaran Rp. 748.660.000,oo untuk pelebaran jalan cumpleng, sedangkan menurut Maryanto ketua komisi III DPRD Nganjuk, pengerjaan berem seharusnya includ menjadi satu dengan pelebaran jalan. Bahkan ia juga menegaskan dari hasil sidak pada hari Senin, 02 Desember 2019 banyak menemukan hasil pengerjaan proyek tersebut dan hasilnya kurang baik.

"Kami meyakini, pengerjaan pengerukan tanah sebelum dilakukan pembetonan pada kedua sisi bahu jalan, dilakukan dengan sistem manual, karena kalau dilakukan dengan alat, hasil dari ketebalannya pasti sama dan rata, bukan seperti ini, yang ketebalannya ada yang 10 CM, 15 CM, 20 CM dan 25 CM. Bahkan pengerjaannya terkesan asal-asalan, karena pengerjaannya-pun di clong-clong (bhs Jawa. artinya putus-putus), seperti bahu sisi kiri dibiarkan 30 Meter dan sisi kana 120 Meter lalu dijanlutkan lagi," ujar Maryanto disela-sela sidak. 

Masih lanjut Maryanto, dari hasil evaluasi dan sidak komisi III proyek pelebaran jalan cumpleng sudah banyak yang retak dan jelek, sedangkan kalau dilihat dari perencanaannya tidak matang dan terkesan mubazir. Dirinya juga menyayangkan kondisi in, dimana seharusnya pihak konsultan dapat melakukan pengawasan efektif agar pembangunan dapat dilaksanakan sesuai perencanaan dan kualitas. 

"Sepertinya tidak ada pengawasan atau longgarnya pengawasan dari pihak konsultan dalam melakukan pengawasan proyek pengerjaan pelebaran jalan cumpleng di sepanjang jalan kecamatan Ngluyu, sehingga terkesan pembangunan ini asal-asalan. Dan selanjutnya setelah sidak ini kami akan melakukan rapat internal guna membahas pekerjaan pelebaran jalan sebagaimana hak pengawasan legeslatif," pungkas Maryanto yang juga sebagai ketua Fraksi PDI P pada media ini, 02/12/2019. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.