Header Ads

Header ADS

TOL KERTOSONO-KEDIRI MULAI DIBANGUN TAHUN 2020

Nganjuk, Pojok Kiri, Pelaksanaan proyek jalan tol nasional Kertosono-Kediri (Keker) diprediksi tahun 2020 akan dilaksanakan, mulai dari pembebasan lahan sampai pada pembangunan jalan Tol di wilayah timur Kabupaten Nganjuk. Hal ini sebagaimana yang dikatakan bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat beberapa waktu lalu. Pembangunan proyek tersebut akan dimulai dari Kertosono hingga Kediri dengan nilai anggaran Rp. 400 Milyar dengan satu pintu Tol di wilayah kecamatan Prambon, ini dimaksud agar mudah terhubung dengan jembatan Ngronggot-Papar. 

Pembangunan jalan Tol Keker yang akan melintasi disepanjang tiga kecamatan, yaitu Kertosono, Ngronggot dan Prambon, menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten Nganjuk dalam pembebasan tanahnya. Karena itu,  menurut bupati Novi, mulai saat ini juga, pihaknya akan melakukan sosialisasi secara intensif dengan warga terdampak Tol, bahkan ia juga akan mempersiapkan masyarakat sekitar jalan Tol dari segi peningkatan ekonomi, Dimana sejumlah program pelatihan dan pembinaan akan dilakukan Pemerintah kabupaten Nganjuk. Dengan demikian, mereka yang terkena dampak pembangunan jalan Tol tetap bisa menjalankan roda perekonomiannya dengan baik dan bahkan bisa lebih maju lagi.

"Mulai tahun depan Proyek Strategis Nasional akan dilakukan pembangunan tahap awal, dan untuk detailnya ada di Pemerintah Pusat. Tapi pada intinya kami sudah siap memfasilitasi pembangunan jalan tol tersebut dan akan mempersiapkan semuanya. Yang terpenting saat sekarang adalah mempersiapkan kualitas SDM unggul, karena itu kami, akan terus mendorong masyarakat sekitar Tol untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi eknonomi mandiri yang kuat serta mampu bersaing," ujar bupati Novi. 

Sementara itu, disamping masyarakat senang akan pelaksanaan jalan Tol, juga rasa khawatir akan nilai ganti rugi yang nantinya berakibat pada sulitnya mencari pengganti di daerah baru, sehingga berdampak pada roda perekonomiannya. Bahkan mereka juga takut nilai ganti ruginya tidak sesuai dengan harga pasaran serta tidak melalui musyawarah. Rasa khawatir masyarakat juga pada keputusan akhir, dimana cara musyawarah tidak menemukan keputusan, maka meminta pertimbangan Lembaga Penilai Independen (Appraisal) dan hasilnya tidak memihak kepada masyarakat terdampak Tol. 

"Saya berharap bupati Nganjuk melalui instansi terkait untuk cepat melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan ganti rugi, agar masyarakat terdampak cepat melakukan pencarian lahan baru, apalagi yang terdampak adalah rumah warga yang membutuhkan lahan dan pembangunan rumah yang proses pembuatannya membutuhkan waktu lama. Hal ini saya katakan karena menurut bupati Nganjuk pelaksanaan Tol Kertosono-Kediri akan dimulai tahun 2020," ujar Antok warga kecamatan Ngronggot pada media ini, sambil menyeruput kopi di sebuah warung dekat stadion Warujayeng. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rusli warga kecamatan Prambon yang kebetulan juga berada di warung tersebut, sambil mencicipi pisang goreng menyambung omongan Anto, jika nanti pemerintah memberikan ganti rugi atas pembebasan lahan, dirinya berharap memberikan ganti rugi yang layak, sebagaimana yang sering dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah ganti untung. Sehingga warga yang terdampak langsung, bisa memulai hidup baru ditempat yang baru dan bisa melakukan usaha untuk memperbaiki kehidupan ekonominya. 

"Kalau rumah yang saya tempati untuk usaha terkena dampak Tol Kertosono-Kediri, yang jelas saya menolak direlokasi, karena, saya akan kehilangan mata pencarian yang sudah lama saya rintis, namun kalau sudah menjadi keputusan pemerintah, saya hanya bisa pasrah, sebab mau protes-pun tidak akan berpengaruh banyak. Saya hanya berharap, nantinya jalan Tol yang dibangun dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak tanpa merugikan masyarakat lainnya," tutup Rusli sambil melangkah meninggalkan warung, 08/12/2019. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.