Header Ads

Header ADS

DALAM 20 HARI, SATRESNARKOBA POLRES NGANJUK BEKUK 7 KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam kurun waktu 20 hari terhitung mulai tanggal 21 Desember 2019 sampai 10 Januari 2020 satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polres Nganjuk dibawah kepemimpinan Iptu Pujo Santoso berhasil membekuk 7 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, dengan rincian 1 perkara narkotika (pengedar shabu) 1 tersangka dan 6 perkara obat keras berbahaya (okerbaya) dengan 6 tersangka pengedar pil dobel L. 

Keberhasilan ini tidak lepas dari hasil kerjasama dengan masyarakat dan sistem yang diterapkan satresnarkoba yaitu suplly reduction dan demand reduction dalam memberantas kejahatan yang masuk dalam kategori Transnational Crime yang pengoprasiannya sangat terorganisir dengan pangsa pasar indiskriminitif dengan sasaran utama remaja usia produktif. Kerangka kerja ini adalah bentuk penanganan dalam menjadikan wilayah hukum Polres Nganjuk terbebas dari pemasok dan pengguna narkoba.

Sebagaimana yang dikatakan AKBP Handono Subiakto Kapolres Nganjuk yang didampingi Kasatresnarkoba, Iptu Pujo Santoso dan Kasubag Humas AKP M. Sudarman dalam konferensi pers di halaman depan Mapolres Nganjuk menjelaskan, keberhasilan membekuk para tersangka penyalahgunaan narkoba adalah bentuk keseriusan satresnarkoba untuk tidak sedikitpun memberikan ruang gerak kepada para pelaku.

Seperti pengungkapan kasus narkotika dengan tersangka Saiful Anam 28 tahun asal kelurahan Sidodadi kecamatan Simokerto kota Surabaya dengan barang bukti (BB) berupa shabu seberat 0,39 gram, 1 buah bong dan 1 buah Hp, yang menurut keterangan tersangka barang haram tersebut di dapat dari bandar asal Semampir kota Surabaya dengan harga 1 paket hemat shabu Rp 400 ribu dan untuk per-1 gram shabu seharga Rp. 1,4 juta - Rp. 1,8 juta.

Sedangkan 6 kasus okerbaya dengan 6 tersangka diantaranya, Ivan (21 th) Desa Ngrami Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, Adam Suwarga (25 th) asal Dusun Jabon selatan Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, R. Djoko Lukito Adi (37 th) asal Jl. Karang Taruna Desa/Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Putut Febrianto (40 th) asal Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, Deny Eko Novian 23 asal Dusun Plosorejo Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk dan R. Tri Purnomo Adi (36 th) asal Jl. Pulo Wonokromo, Desa/Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya.

Dengan BB yang berhasil diamankan sebanyak 4.741 butir pil dobel L , uang tunai Rp 1.287.000,- dan 6 buah handphone dengan pangsa pasar wilayah hukum Polres Nganjuk. Sasaran utama pelajar, pemuda dan pekerja, dijual dengan harga per-1 kit isi 4 butir dobel L Rp. 10 ribu. Sebagaimana pengakuan para tersangka barang tersebut didapat dari Madiun, Kediri, Jombang dan Mojokerto. 

“untuk kasus shabu dengan 1 tersangka dijerat UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp. 8 miliar. Sedangkan untuk 6 kasus okerbaya dengan 6 tersangka, karena tanpa keahlian dan kewenangan dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2),(3) UURI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10  tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar," pungkas Kapolres Handono, 10/01/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.