Header Ads

Header ADS

DESA KEDUNGMLATEN TERAPKAN TPID KURANGI PENGANGGURAN

Nganjuk, Pojok Kiri, Desa Kedungmlaten Kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk dibawah kepemimpinan Marjiin, terus melakukan pengembangan program inovasi desa dengan praktik pembangunan solutif inovasi dalam penggunaan anggaran yang ada di desanya secara transparan, tepat dan selektif dengan sistem yang telah dilakukan, seperti melakukan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa berkelanjutan, mandiri, kuat, dan sejahtera.

Program percepatan pelaksanaan inovasi desa Kedungmlaten telah dilakukannya sejak dilantiknya Marjiin sebagai kepala desa tanggal 12 Mei 2019 silam dengan melakukan pembentukan tim pelaksana inovasi desa, yang bertugas sebagai pengelolaan Dana Operasional Kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Dan Inovasi Desa, dengan mempertimbangkan Sumber Daya Manusia serta kemampuan individu warganya yang memiliki kemampuan inovasi kreatif dan mempunyai akses input dan output. 

Sistim pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) yang dipakai oleh kepala desa Marjiin melalui forum musyawarah desa dengan melibatkan keterwakilan ditiap-tiap dusunnya, dengan kriteria masyarakat yang memiliki minat dalam pengembangan inovasi kreatif dalam percepatan pembangunan dusun serta, mampu membuat dokumentasi dan promosi.

Seperti yang disampaikan kepala desa Kedungmlaten kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk, Marjiin, kriteria yang diambil untuk menjadi anggota TPID adalah warga desa Kedungmlaten yang mempunyai dedikasi tinggi dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di dusunnya masing-maaing.

"Pembentukan TPID adalah salah satu program, yang mampu membangun desa melalui dusun, dengan berpihak pada masyarakat yang nantinya akan berimbas pada perbaikan ekonominya, contoh seperti pembangunan drainase, hal ini adalah salah satu cara membentuk irigasi untuk keseimbangan pengairan lahan persawahan, juga yang tidak kalah pentingnya adalah penerangan jalan kampung," ungkap kepala desa Marjiin. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sugeng ketua RT 01 RW 001 dusun/desa Kedungmlaten mengatakan, kepemimpinan kepala desa Marjiin dengan program TPID-nya telah mampu mengurangi tingkat pengangguran produktif yang semula pada tahun 2018 adalah sebanyak 40% dari jumlah penduduk 1560 jiwa kini menjadi 15%. Ini dikarenakan semua pembangunan infrastruktur memakai sistim swakelola dan tenaga kerjanya murni masyarakat lokal.

"Kepala desa Marjiin dalam regulasi pemberdayaan masyarakat melalui Padat Karya Tunai (cash for work) telah menganggarkan melalui Dana Desa (DD) sebesar 30% utuh, untuk upah tenaga kerja lokal, hal ini yang membuat warga desa Kedungmlaten pendapatannya bertambah dan tingkat pengangguran berkurang drastis," ujar ketua RT Sugeng yang di Aamiinin warga lainnya. 

Syahruni salah satu tokoh masyarakat desa Kedungmlaten juga menyampaikan terkait program kepala desa Marjiin dengan TPIDnya yang berpatokan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri yaitu Menteri  Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi, yang terakhir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas tentang penyelarasan dan penguatan kebijakan percepatan UU nomer 6 tahun 2014 tentang desa, adalah program prioritas dalam pengurangan pengannguran di desanya. 

"Saya rasa, dasar ini yang dipakai oleh kepala desa Marjiin dalam pembentukan TPID, dengan dibumbuhi kreatifitas dan inovasinya sebagai kepala desa agar masyarakat miskin dan marginal yang masih produktif dapat diberdayakan atau dikaryakan. Disamping pengadaan sumber tenaga kerja juga mampu memanfaatkan teknologi lokal yang ada di tiap-tiap dusun sebagai tambahan upah. Sebab itu saya bangga punya kepala desa Marjiin yang telah mampu mengurangi kemiskinan dan juga telah berhasil meningkatkan ekonomi warga desa Kedungmlaten menuju masyarakat sejahtera," pungkas Syahruni di sebuah warung kopi, 12/01/2020. (Ind)

2 comments:

Powered by Blogger.