Header Ads

Header ADS

GADIS DIBAWAH UMUR SERAHKAN KEGADISANNYA DIBAWAH ANCAMAN

Nganjuk, Pojok Kiri,  Satreskrim Polres Nganjuk, ungkap kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh MA 28 tahun, warga Desa Balongrejo Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, dan kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya  di Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk. 
Sebagaimana yang dikatakan Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto saat konfrensi pers di halaman depan Mapolres Nganjuk mengatakan, perkenalan pelaku dengan korban awalnya lewat medsos (facebook) dan melakukan percakapan dengan intens. Dirasa sudah sangat akrab, lalu keduanya pacaran. Percakapanmu beralih ke whatsapp. 
"Dari sini permulaannya, karena korban adalah pacarnya, maka tersangka sering meminta foto telanjang korban, awalnya korban menolak tapi karena takut dirinya diputus akhirnya foto dirinya saat tidak pakai baju dan tanpa bra dikirim korban pada tersangka," kata kapolres Handono. 
Tersangka yang sering menerima foto syur korban, membuat pikiran kotor dan ingin melakukan perbuatan bejat selalu menghiasi setiap langkahnya, dan tersangka merancang untuk bisa mencicipi tubuh korban dengan melakukan ancaman kepada korban untuk menyerahkan kegadisannya pada tersangka dan kalau korban tidak mau melayaninya maka tersangka akan menyebar luaskan fotonya. 
"Karena korban merasa takut foto telanjangnya disebar, maka korban menyerahkan kegadisannya pada tersangka, dan menurut pengakuan tersangka telah melakukan persetubuhan sebanyak tiga kali tapi menurut korban dirinya telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak empat kali," kata Kapolres Handono lagi. 
Modusnya, korban dibawah ancaman untuk melakukan perbuatan bejat dengan tersangka, korban diminta datang kerumah tersangka seperti tanggal 29/09/2019 awalnya tidak terjadi apa-apa dan korban disuruh kerumahnya lagi pada, 13/10/2019, 27/10/2019 dan tanggal 17/11/2019 sekitar jam 09.00 WIB sampai jam 11.00 WIB  dan korban disetubuhi. 
"Karena korban merasa tidak terima atas perlakuan tersangka yang selalu meminta jatah tubuhnya dengan ancaman tersangka, akhirnya korban melaporkan kelakuan dan perbuatan tersangka pada korban ke Polres Nganjuk," kata Kapolres Handono saat release di Mapolres Nganjuk, 17/01/2020
Sedangka tersangka karena perbuatannya terancam dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 UURI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman pidananya penjara minimal 5 tahun, paling lama 15 tahun, dan denda maksimal Rp 5 miliar. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.