Header Ads

Header ADS

KUASA HUKUM ARIF COBA UBAH TUNTUTAN PADA SIDANG PEMBACAAN GUGATAN DITOLAK MAJELIS HAKIM

Nganjuk, Pojok Kiri, Sidang kasus perdata (Perbuatan melawan hukum) dengan Nomer pekara 54/Pdt.G/2019/PN Njk, Aris Saifudin sebagai penggugat dengan Dewi Anawaty, PNS salah satu instansi di pemerintahan kabupaten Nganjuk sebagai tergugat kini memasuki babak baru yaitu pembacaan gugatan. Dalam gugatannya penggugat melalui kuasa hukumnya Sandi Satria Putra, SH, menyatakan, bahwa Akta Perjanjian Jual Beli yang dilakukan tergugat atas rumah di Mastrip Premium Megah Blok B7 kelurahan Mangundikaran kecamatan/kabupaten Nganjuk tanpa sepengetahuan penggugat dan tidak syah serta menghukum tergugat dengan membayar ganti rugi atas tanah dan bangunan sebesar Rp.350 juta.

Bahkan penggugat juga menuntut tergugat untuk memberikan ganti rugi imateriil karena telah merugikan harkat dan martabat penggugat sebesar Rp.1 Milyar. Penggugat juga masih bersikuku kalau dirinya hidup serumah dengan tergugat adalah kumpul kebo (tanpa ikatan) dan selayaknya tergugat diberi sangsi sebagaimana pasal 14 PPRI Nomer 45 tahun1990 tentang perubahan atas PP Nomer 10 tahun 1984 tentang ijin pernikahan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil yang dilarang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang syah.

"Dalam sidang pembacaan gugatan, kami ingin menambah pihak dalam perkara yaitu bupati Nganjuk selaku pembina ASN, tapi sayang tambahan gugatan kami ditolak oleh hakim. Tapi hal itu tidak masalah karena tidak mengurangi dan menambah pokok gugatan awal, yaitu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh seorang ASN yang mengakibatkan kerugian bagi penggugat yaitu adalah perbuatan yang dilakukan oleh tergugat dengan penggugat adalah hidup bersama tanpa ikatan atau kumpul kebo," ujar Sandi selaku kuasa hukum dari Arif.

Sedangkan dalam pemberitaan terdahulu, sebagaimana yang dikatakan Dewi Anawaty dan kuasa hukumnya, bahwa tergugat dengan penggugat hidup serumah bukan tanpa ikatan perkawinan yang jelas, melainkan telah melaksanakan sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UU Nomer 1 tahun 1974 pasal 2 ayat (1) yang berbunyi, perkawinan adalah syah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya sambil menunjukkan selembar kertas yang bertuliskan Akta Nikah Sirri yang ditandatangani oleh kedua mempelai, wali dan saksi.

Untuk sidang pembacaan tuntutan kuasa hukum tergugat Bambang Sukoco, SH, MHum, mengatakan, pihaknya akan mempelajari pokok gugatannya dan akan memberikan jawaban pada sidang yang akan datang atau yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 29/01/2020. Sedangkan untuk sidang tadi pihak kuasa hukum penggugat sempat akan melakukan perubahan tuntutannya dengan alasan tidak merubah pokok perkara.

"Untuk jawaban pihak tergugat akan kami sampaikan pada sidang yang akan datang dan untuk perubahan gugatan yang diminta pihak penggugat dengan alasan tanpa merubah pokok bahasan dotolak oleh Majelis Hakim karena setelah diteliti dan diperiksa ternyata ada tambahan pihak yaitu bupati Nganjuk sebagai turut tergugat, jadi hal itu sudah menyalahi pokok gugatan awal," ujar Bambang Sukoco, SH, MHum yang di dampingi KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro, SE, SH, MH kuasa hukum Dewi sesaat setelah sidang pembacaan tuntutan selesai di Pengadilan Negeri Nganjuk, 21/01/2020.

Sedangkan ditempat lain seseorang yang akrab dengan para pihak yang bersengketa dan tidak mau namanya dipublikasikan mengatakan, sidang gugatan Arif dengan Dewi menurut keyakinannya adalah masalah hati bukan seperti yang ramai dalam pemberitaan media, hanya saja apa yang dilakukan penggugat tidak lazim karena kalau memang penggugat masih sangat mencintai dan mau menikahi tergugat, tidak harus umbar aib. Tapi menunjukkan sikap yang romantis penuh kasih dan berwibawa. 

"Apa yang dikatakan penggugat atas hidup kumpul kebonya, adalah sikap yang menunjukkan aibnya sendiri, sebab dia sebagai lelaki yang berani bermain api dengan seorang wanita, sudah sepantasnya mengeluarkan rupiah, bukan malah menuntut materiil dan imateriil serta kalau penggugat mengatakan adalah pihak yang dirugikan, menurut saya adalah tergugat yang paling sangat dirugikan karena ucapan penggugat yang umbar aib dengan mengatakan dirinya hidup dengan tergugat tanpa ikatan, sedangkan sebagaimana bukti yang ditunjukkan tergugat, dirinya telah syah sebagai istri syar'i penggugat," pungkasnya sambil mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan, 21/01/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.