Header Ads

Header ADS

KURANG PERHATIAN, SATU KELAS RA AL HUDA AMBRUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Menciptakan pendidikan yang ramah anak dengan fondasi pada bangunan yang aman pada anak didik, masih sangat sulit diterapkan, hal ini disebabkan banyaknya gedung sekolah yang berkategori tidak layak huni (layak renovasi) masih banyak beroperasi, seperti Raudatul Athfal (RA) Al Huda yang beralamat di jalan Imam Bonjol kelurahan Payaman kecamatan/kabupaten Nganjuk, karena kurangnya perhatian instansi terkait, satu kelas ambruk. 

Sekolah yang berada dinaungan Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Nganjuk, yang dibangun sekitar 30 tahun lalu, diketahui kerangka atapnya yang terbuat dari kayu sudah banyak yang lapuk dan pihak pemerintah terkait tetap mengabaikan hal tersebut, meski pihak sekolah melalui yayasan Al Huda telah melayangkan proposal bantuan renovasi. 

Sebagaimana yang dikatakan Sutiyono salah satu pengurus yayasan Al Huda pada media ini mengatakan, pihaknya saat mengetahui kerangka atap sudah sangat lapuk dan rawan ambruk, langsung melakukan pengajukan permohonan bantuan renovasi kepihak Kemenag maupun pemerintah kabupaten Nganjuk juga melakukan pengamanan dengan cara pengosongan kelas.

"Satu kelas kerangka atapnya ambruk total dan menimpa alat peraga kelas, kursi dan meja. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Semoga kelas kelompok belajar B2 yang ambruk ini tidak merembet ke kelas kelompok belajar B1, yang juga terlihat kayu penyanggahnya sudah melengkung dan bagian kerangka atapnya sudah banyak yang patah," ujar Sutiyono berharap secepatnya ada bantuan renovasi pada bangunan RA Al Huda. 

Masih lanjut Sutiyono berharap, pemerintah kabupaten maupun Kemenag juga memperhatikan sekolah swasta, terutama RA Al Huda yang kerangka atapnya sudah banyak yang lapuk, agar yayasannya dapat memberikan pelayanan pra pendidikan dengan baik karena tanpa ada rasa was-was dan takut akan ambruknya kelas yang dipakai untuk kegiatan bermain sambil belajar. 

"Kami berharap kepada pemerintah terkait untuk lebih memperhatikan RA Al Huda. Apalagi tempat yang kami jadikan sebagai taman bermain anak, kayu kerangka atapnya sudah banyak yang lapuk, jadi seyogyanya mendapatkan perhatian serius untuk perioritas mendapatkan bantuan renovasi," pungkas Sutiyono sambil menunjukkan kelas kelompok belajar B1, 07/01/2019. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.