Header Ads

Header ADS

PENGEDAR DOBEL L ASAL SURABAYA BERHASIL DIAMANKAN SATRESNARKOBA POLRES NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nganjuk dengan tanpa memberi celah kepada pelaku penyalahgunaan narkoba, terus melakukan pembersihan dengan terus melakukan penyisiran di tempat-tempat yang diyakininya rawan akan peredaran narkoba. Seperti pada hari Sabtu, 04/01/2020 sebagaimana hasil penyelidikan satuan ini kalau pada besuk hari akan ada peristiwa tindak pidana sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan. 

Dirasa telah mengantongi informasi akurat dan terpercaya satresnarkoba Polres Nganjuk melakukan operasi di kedai kopi di desa Kepuh kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk sekira pukul 10.00 WIB dan berhasil mengamankan Wawan yang beralamat di Dolopo kabupaten Madiun beserta barang bukti (BB)  berupa pil dobel L sebanyak 1 lop (1000 butir) yang ditemukan disaku celana belakan sebelah kanan. Pihak satuan anti narkoba tidak berhenti pada tersangka Wawan, tapi terus melakukan pengembangan atas penangkapan pertama. 

Setelah tersangka mengaku kalau barang haram tersebut didapat dari seseorang, satresnarkoba Polres Nganjuk tanpa membuang waktu bergerak ke lokasi yang telah didapat dari tersangka. Sekira pukul 11.00 WIB satuan ini melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan R. Tri Purnomo Adi alias Boyes yang beralamat di jalan Pulo Wonokromo 217 RT 007 RW 008 kelurahan/kecamatan Wonokromo kota Surabaya di tempat kosannya yang beralamat di desa/kecamatan Bandarkedungmulyo kabupaten Jombang. 

Dari hasil penangkapannya berhasil mengamankan BB berupa 1 lop (1000 butir) dan 730 butir yang disimpan dibawah tempat tidur dalam kamar, serta uang hasil penjualan pil dobel L sebesar Rp 1 juta dan 1 buah unit Hp warnah hitam, yang selanjutnya tersangka dibawah ke Polres Nganjuk untuk tindakan lebih lanjut. Sebagaimana yang dikatakan Kasubag Humas Polres Nganjuk pada media ini mengatakan, dari hasil pengamanan sementara kalau tersangka Tri Purnomo Adi atau Boyes mengatakan kalau barang tersebut didapat dari seseorang yang beralamat di Mojokerto. 

"Untuk pelaku pengedar pil dobel L, karena tanpa keahlian dan kewenangan dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 jo pasal 98 ayat (2), (3) UURI Nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan, diancam hukuman 5 tahun sampai 15 tahun penjara," pungkas Kasubag Humas Sudarman, 05/01/2020. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.