Header Ads

Header ADS

POLRES NGANJUK UNGKAP KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA SELAMA JANUARI 2020

Nganjuk, Pojok Kiri, Bagaikan musim jamur dimusim penghujan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nganjuk selalu berhasil menggungkap kasus penyalahgunaan narkoba, bahkan kini satuan ini juga berhasil mengamankan 11 tersangka penyalahgunaan barang haram yang masuk dalam kategori kejahatan antar negara (Transnational Crime) yang pengoperasiannya sangat terorganisir dan pangsa pasarnya tidak pandang bulu (Indiskriminitif) dengan sasaran utama remaja usia produktif (kalangan pelajar) 

Sebagaimana yang dikatakan Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto yang didampingi Kasat Narkoba, Pujo Santoso mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan tidak sedikitpun memberikan ruang gerak pada mereka. Dan pada hari ini adalah bukti keseriusan dari Polres Nganjuk dalam melakukan pemberantasan peredaran barang haram di wilayah hukum Polres Nganjuk dengan melakukan pengungkapan perkara penyalahgunaan narkoba  selama bulan Januari 2020.

"Satresnarkoba Polres Nganjuk dalam operasinya selama bulan Januari 2020 telah berhasil ungkap 8 kasus narkoba yang terdiri dari 4 perkara narkotika dengan 5 tersangka dan 4 perkara okerbaya dengan 6 tersangka. Hal ini adalah bukti keseriusan kami untuk memberantas penyalahgunaan narkoba," ujar Kapolres Handono.  

Kapolres Handono juga menjelaskan, Satresnarkoba Polres Nganjuk dibawah pimpinan Iptu Pujo pada ungkap kasus kali ini berhasil mengamankan barang bukti (BB)  dari delapan kasus tersebut, berupa shabu sebanyak 3,29  gram, okerbaya sebanyak 1.224  butir pil dobel L, uang tunai sebesar Rp 132 ribu dan 9 buah handphone. Sedangkan 5 tersangka dari kasus narkotika yang diamankan adalah Yudi Krisnawan (22 th) asal Desa Datengan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri, Supriono (38 th) asal Desa Prayungan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, Saipul (41 th) asal Dusun Bencal Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Banadi (30 th) dan Heru Hermawan (27 th), keduanya berasal dari Dusun Batan Desa Sumberjo Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Sedangkan shabu yang didapat oleh para tersangka sebagaimana pengakuannya dari bandar yang berasal dari luar kabupaten Nganjuk yaitu wilayah Jombang dan juga dari Lapas Madiun. Untuk peredarannya adalah wilayah Nganjuk dan dijual per-paket hemat Rp. 400 ribu dan kalau 1 gram shabu seharga Rp 1, 4 juta – Rp 1, 8 juta.

Untuk kasus okerbaya, ke 6 tersangka yang berhasil diamankan berasal dari Kabupaten Nganjuk yaitu Agus Cahyono (32 th) asal Dusun Cangkring Desa Pandantoyo Kecamatan Kertosono, Siswanto (23 Th)  asal Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot, Priyandipa Aji Purnama (22 Th) asal Dusun Tambak Desa Begendeng Kecamatan Jatikalen, Eko Bayu Prayogi (20 Th) dan Erlensa Dewa Kusuma (21 Th) serta Rendi Pandu Setyawan (17 Th), ketiganya berasal dari Dusun Doyok Desa Tirtobinangun Kecamatan Patianowo. 

Peredaran pil dobel L oleh tersangka juga diwilayah hukum Polres Nganjuk dan dijual oleh tersangka kepenggunanya per satu kit seharga Rp. 10.000,- isi 4 butir pil doubel L. Sebagaimana pengakuan tersangka barang tersebut didapat dari wilayah Jombang. "Atas perbuatannya untuk tersangka kasus shabu dijerat UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp. 8 miliar. Untuk 6 tersangka okerbaya karena telah melanggar pasal 196 Jo Psl 98 ayat (2),(3) UURI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10  tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar," pungkas Kapolres Handono dalam release di depan Mapolres Nganjuk, 31/01/2020. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.