Header Ads

Header ADS

DIVA DANGDUT ASAL KOTA KEDIRI TERTIPU ASMARA, KASUSNYA MASIH DIKONSULTASIKAN

Nganjuk, Pojok Kiri, Rizka Oktavia yang dikenal dengan goyangan sedut senut asal Kota Kediri kini namanya mulai populer di blantika musik dangdut, bahkan job untuk pentas selalu ramai mendatanginya. Suara khasnya yang mampu menghipnotis para pendengarnya, wajah cantiknya juga menambah pesona dirinya disela alunan suara gendang. Bahkan tubuhnya yang seksi membuat kaum Adam tidak mau beralih pandangan matanya. Meski demikian Riska bukanlah penyanyi dangdut yang senang mengumbar tubuh atau goyang sensualnya (menjual tampang) tapi olah vokalnya yang dia tonjolkan. 

Kepiawaiannya dalam mengolah vokal membuat dirinya banyak digandrungi para pencinta dan penikmat musik dangdut Jawa Timur. Tak terkecuali salah satu fans beratnya yang mampu melulu lantakkan hatinya. Tapi sayang, perjalanan cintanya tidak semulus kariernya. Sebab ditengah jalan sandungan dan halangan asmara yang terpupuk malah dipermainkan sang tambatan hati. Bahkan disinyalir lelaki yang beruntung dan yang menyakitinya telah melakukan penipuan pada Rizka. 

Sebagaimana yang disampaikan Rizka Oktavia pada media ini, dirinya memang telah dilukai dan ditipu oleh tambatan hatinya, tapi dia menolak menyebutkan siapa lelaki itu dan apa yang ditipu darinya, karena dia masih harus mengkonsultasikan kepada kuasa hukumnya atas kasus yang dialaminya. "Benar saya ditipu tapi saya belum bisa mem-publikasikannya, dan untuk sementara saya harus konsultasi hukum kepada pengacara saya tentang langkah hukum apa yang bisa saya ambil besuk," ujar Riska singkat dan politis.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pengacara Riska, KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro, SE, SH, MH, yang mengatakan kedatangan Riska Oktavia ke kantornya hanya sebatas konsultasi hukum atas kasus penipuan yang dialaminya, bahkan dia juga tanya tentang study hukum yang harus ia ambil besuk di bangku kuliah agar tidak gampang dikibulin dikemudian hari. "Ini kasus kaum muda milenial dan untuk sementara belum bisa saya paparkan ke media, tapi kalau untuk klunya bisa saya sampaikan, yaitu penipuan dan asmara," ujar Nurdin sapaan akrab KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro.

Meski Nurdin belum bisa menyampaikan kasus yang dialami penyanyi dangdut Rizka, tapi pengacara ini menyampaikai soal ketentuan tindak pidana penipuan atau perbuatan curang (bedrog) yang dapat ditemukan dalam pasal 378 KUHP yaitu barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Sedangkan penipuan dalam konteks Hukum Perdata tidak didefinisikan dengan jelas dalam KUHPerdata, namun masih dapat ditemukan pengaturannya dalam Pasal 1328 KUH Perdata sebagaimana terjemahan Prof. R Subekti, S.H., dan R. Tjitrosudibio, halaman 340, yang berbunyi penipuan merupakan suatu alasan untuk pembatalan perjanjian, apabila tipu muslihat, yang dipakai oleh salah satu pihak, adalah sedemikian rupa hingga terang dan nyata bahwa pihak yang lain tidak telah membuat perikatan itu jika tidak dilakukan tipu muslihat tersebut. Penipuan tidak dipersangkakan, tetapi harus dibuktikan.

"Yang pasti untuk kasus Rizka untuk sementara, kami masih mencari solusi atau mencari jalan untuk menempuh jalur hukum selanjutnya, karena kalau bicara penipuan berarti bicara pembuktian.Sebagaimana yurisprudensi, tidak cukup orang itu hanya melakukan kebohongan mengenai suatu hal saja, melainkan harus ada rangkaian kebohongan atau suatu perbuatan yang dinamakan tipu muslihat," pungkas Nurdin yang juga sebagai kepala LBH Marhenis di kantornya Jalan Raya Surabaya Madiun No. 19 Nganjuk, 23/02/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.