Header Ads

Header ADS

JALAN ALTERNATIVE PENGHUBUNG KECAMATAN LENGKONG - PATIANROWO PERLU PERHATIAN PEMKAB NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Warga Desa Kedungmlaten Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk keluhkan jalan rusak sepanjang satu kilometer akibat dilewati truk pengangkut material tanah jalan tol. Ini setelah saat hujan turun praktis jalan alternative penghubung antar Kecamatan Lengkong-Patianrowo tersebut dalam kondisi becek dan membahayakan pengendara. 

Seperti yang dikatakan salah satu warga Desa Kedungmlaten, Maksim 68 tahun yang rumahnya berada disepanjang jalan tersebut mengatakan, biasanya warga di sepanjang jalan setelah turun hujan selalu menjaga jalan memberi peringatan pengendara untuk berjalan pelan dan hati-hati. Ini dikarenakan selain licin, disejumlah titik jalan terdapat lumpur yang bisa menghentikan laju roda kendaraan. "Kondisi jalan rusak ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, dan kerusakan itu diperparah ketika banyak truk pengangkut material tanah uruk ikut lewat sehingga kerusakan semakin parah sekarang ini," ujar Maksim.


Disamping itu, menurut Muksin, ada satu titik jalan yang berada didekat sungai Jurang Dandang mengalami amblas tinggal setengah jalan. Hal itu setelah tanggul sungai yang posisinya dibawah tidak kuat menahan tanah yang dilewati kendaraan bermuatan tanah uruk. Dan itupun ditambah oleh kuatnya arus air sungai Jurang Dandang sehingga mengikis dan menggerus tanggul sungai di tepi jalan. "Itu terjadi sejak tahun 2017 lalu saat dilewati banyak truk material jalan tol, dan warga yang dirugikan atas kondisi itu hanya bisa mengeluh dan berharap segera ada perbaikan dari Pemerintah kabupaten Nganjuk karena itu jalan Kabupaten," ucap Maksim lagi.

Sementara Kasun Kedungmlaten desa Kedungmlaten Kecamatan Lengkong, Sutrisno mengatakan, melihat kondisi jalan alternative sepanjang satu kilometer tersebut cukup memprihatinkan. Dan Pemerintah Desa Kedungmlaten selalu melakukan pengurukan jalan yang amblas ke sungai agar bisa kembali dilewati warga. "Kami tidak bisa menunggu terlalu lama ketika kondisi jalan amblas tinggal sentengah sehingga segera melakukan pengurukan. Dan kami bersama Pemerintah Desa terpaksa mencari bantuan tanah uruk agar jalan bisa kembali bisa dilewati kendaraan," kata Kasun Sutrisno.

Memang, diakui Sutrisno, jalan alternative penghubung antar desa Kedungmlaten Kecamatan Lengkong dengan desa Rowomarto Kecamatan Patianrowo tersebut statusnya jalan milik daerah. Dengan demikian pihak Pemerintah Desa tidak dapat mengganggarkan untuk perbaikan jalan tersebut karena justru menyalahi aturan. "Itulah persoalannya, meski jalan itu berada di wilayah Desa Kedungmlaten tapi status jalan milik Daerah. Makanya kami dan warga berharap Pemerintah kabupaten Nganjuk memberikan perhatian atas kondisi jalan tersebut dengan segera membangun tanggul sungai yang lebih permanen dan kuat. Selanjutnya baru memperbaiki jalan alternative antar Kecamatan itu. Kalau tidak, begitu mustahil jalan bisa diperbaiki karena dipastikan akan amblas kembali bila terjadi banjir di sungai Kedung Dandang," tandas Kasun Sutrisno lagi.

Sedangkan Kepala Desa Kedungmlaten Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, Marjiin mengatakan, pihaknya sudah melaporkan dan mengusulkan perbaikan tanggul dan jalan alternative tersebut. Dan sebetulnya pada tahun 2019 lalu sudah ada alokasi anggaran untuk perbaikan jalan alternative penghubung antar Kecamatan Lengkong dengan Kecamatan Patianrowo. "Tapi entah mengapa hingga akhir tahun 2019 ini kok belum ada perbaikan jalan tersebut. Infonya perbaikan akan dilakukan tahun 2020 ini dan semoga terlaksana mengingat pentingnya akses jalan aterlative itu bagi aktifitas warga dua Kecamatan," kata Kades Marjiin.

Memang, diakui Kades Marjiin, parahnya kerusakan jalan alternative penghubung antar dua Kecamatan karena dilewati truk pengangkut material tanah uruk jalan tol Kertosono - Ngawi. Ini dikarenakan jalan alternative tersebut memangkas jarak tempuh hingga 8 kilometer. Karena bila melalui jalan utama jarak tempuh Kecamatan Lengkong hingga Patianrowo mencapai sekitar 16 Kilometer. "Makanya, jalan itu cukup ramai dilewati warga untuk memangkas jarak tempuh. Dan kami berharap Bapak Bupati memperhatikan kerusakan jalan tersebut, apalagi jalan-jalan lain yang rusak akibat dilewati truk proyek jalan tol sudah diperbaiki semua dan tinggal jalan alternative itu yang belum tersentuh perbaikan," ujar Kades Marjiin lagi.

Kades Marjiin juga menambahkan terkait unggahan vidio yang mengatakan pemerintah desa Kedungmlaten tutup mata atas jalan tersebut adalah hoaks atau bohong, karena pemerintah desa Kedungmlaten sering melakukan pengurukan jalan itu sudah tidak terhitung lagi berapa kubik tanah uruk yang dipakai jalan tersebut. "Saya sangat menyayangkan unggahan vidio hoaks itu. Sebab perbaikan jalan itu bukan wewenang desa tapi daerah, sedangkan dalam narasi vidio seakan-akan adalah wewenang desa yang pemerintahan desanya disinyalir tidak mau menganggarkannya. Dan atas unggahan vidio tersebut saya akan berkoodinasi dengan Polsek Lengkong atas langkah kami selanjutnya," pungkas Kades Marjiin, 06/02/2020. (Ind) 

No comments

Powered by Blogger.