Header Ads

Header ADS

JUAL BELI ONLINE BAWA WANITA ASAL KEDIRI TERTIPU RP.200 JUTA

Dr Wahyu Prijo Djatmiko SH, MHum, MSc dan kliennya Riska Fatmawati

Nganjuk, Pojok Kiri, Kepedulian sosial akan virus coruna membawa Riska Fatmawati asal Kediri menelan kerugian Rp.200 juta. Pasalnya pemesanan masker via online, disamping barang pesanannya datang tidak tepat waktu, masker yang dibelinya berganti kotak cerelac dan promina berisi kertas. Mengetahui dirinya ditipu lantas mengadukan kasusnya ke Polda Jatim pada tanggal 11 Februari 2020 lalu. Agar ada tindak lanjut dari tim cybercrime dan tidak ada korban lain dalam jual beli online shop. 

Sebagaimana yang dijelaskan kuasa Hukum korban, Dr. Wahyu Prijo Djatmiko SH, MHum, MScpada awak media, klienya mengadukan kasus penipuan tersebut ke Polda Jatim, diharapkan bisa segera terungkap dengan penelusuran jejak digital dari pelaku penipuan dan nomor rekening perbankan yang menjadi alat transaksi pengiriman uang. Apalagi kasus tersebut juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomer 11 tahun 2008, pasal 28 ayat (1) tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) tentang penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. 

"Harapan saya sebagai kuasa hukum korban kasus ini bisa terungkap secepatnya, karena kalau pihak kepolisian cepat mengungkap, maka rasa was-was para konsumen online akan berkurang dan disisi lain jatuhnya korban yang sama bisa diantisipasi. Apalagi sepertinya pelaku penipuan ini menguasai pasar online untuk menjaring pembeli dengan memanfaatkan tingginya kebutuhan masker untuk virus corona dari Indonesia," jelas Wahyu Priyo Djatmiko.

Wahyu kuasa hukum korban juga menceritakan kronologi penipuan yang dialami kliennya, yang berawal dari permintaan temannya yang ada di Hongkong agar mengirimkan masker sebagai alat untuk mengantisipasi infeksi virus corona. Selanjutnya korban bersama 15 temanya di berbagai daerah patungan untuk membelikan masker di Indonesia. Korbanpun mencari barang melalui media sosial Facebook. Hingga akhirnya bertemu dengan Nur beralamat di Mataram Nusa Tenggara Timur.

"Dalam komunikasi atau chat di media sosial, disepekatai pembelian masker senilai Rp 200 juta. Dan korban diminta mengirim uang muka sebesar Rp 100 juta via transfer ke rekening atas nama Silviana Widiyanti Sari beralamatkan di Cempaka Putih, Setelah uang muka di tansfer ke rekening tersebut, pelaku memberikan kode resi pengiriman barang. Selang beberapa waktu kemudian, uang pelunasan pembelian masker senilai yang sama dikirim kembali oleh korban dan pelaku memberikan nomor resi pengiriman barang," ujar Wahyu lagi.

Barang yang ditunggu korban, akhirnya datang, senyum dan rasa syukur yang seharusnya terucap dibibir pelaku, berubah umpatan, karena barang pesanannya yang datang dan diterima tidak sesuai harapannya, sebab yang datang hanya satu kardus kecil berisikan lima lembar kertas ujian sekolah. Bukannya ratusan box dalam kontainer berisikan masker untuk anisipasi penyebaran virus coronan. "Karena merasa ditipu korbanpun langaung mengambil langkah untuk mengadukan kasusnya ke Polda Jatim," kata kuasa hukum korban Wahyu. 

Wahyu sebagai kuasa Riska sangat berharap pada Polda Jatim agar secepatnya bisa mengungkap kasus penipuan yang dialami klienya agar tidak ada lagi modus jual beli online untuk tujuan merugikan pihak lain, apalagi jual beli online saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat. "Mudah-mudahan tidak ada lagi korban penipuan memanfaatkan pasar online seperti yang dialami klien kami. Apalagi modusnya memanfaatkan pentingnya kebutuhan masker untuk virus corona atau kebutuhan yang sangat mendesak untuk keselamatan manusia," pungkas Wahyu diruang kerjanya, 20/02/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.