Header Ads

Header ADS

POLISI GADUNGAN PANGKAT IPDA TIPU WANITA 45 TAHUN

Nganjuk, Pojok Kiri, Peringatan bagi kaum Hawa yang sudah cukup usia untuk menikah, tapi tetap melajang dengan berbagai alasan. Setidaknya harus ekstra hati- hati saat berkenalan atau mengenal seorang laki-laki sebab, ada kemungkinan adalah penipu yang akan memoroti harta bendanya. Dengan berbagai modus operandi yang dilakukan para pencoleng untuk menggarap korbannya.

Seperti yang dilakukan Fandi Aryo Ariyanto 41 tahun asal desa Jabon Gang Sekolahan Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto yang melakukan penipuan dan atau penggelapan terhadap Dyah Dwi Utami 45 tahun asal dusun Sanggrahan RT 001 RW 007 desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang mengaku sebagai tim Buser opsnal Polda Jatim dengan pangkat Inspektur dua (Ipda). Ini dilakukan karena kaum perempuan kerap memberikan penilaian positif terhadap profesi anggota kepolisian.

Dan juga ekspektasi korban terhadap polisi yang identik mampu memberikan proteksi dalam segala hal, ternyata sangat menguntungkan Fandi dalam melakukan penipuan. Akibatnya, Dyah mengalami kerugian. Sebagaimana yang dikatakan Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto pada konfrensi pers di halaman depan Mapolres Nganjuk, dimana perkenalan pelaku dengan korban melalui media sosial (medsos) facebook dan pelaku sering mengirimi korban foto pelaku memakai lencana Polisi dan pistol ditangan bahkan pelaku juga mengirimi foto indentitas diri (KTP) yang tertulis di pekerjaan adalah POLRI.

"Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimi foto pribadinya selalu memakai lencana dan pistol serta foto KTP yang tertulis di pekerjaannya adalah Polri dengan pangkat Ipda yang sebentar lagi akan naik pangkat. Korban yang mulai terbuai dengan rayuannya lalu menjalin hubungan asmara dengan pelaku dan berniat melangsungkan pernikahan bulan September 2020," ujar Kapolres Handono. 

Korban yang sudah masuk perangkap pelaku, lalu dimintai uang yang katanya untuk biaya kenaikan pangkat Rp.1 juta, ganti ban mobil pribadinya Rp.500 ribu, mengantar jenasah ke Banyuwangi Rp.300 ribu, untuk makan Rp.200 ribu dan Rp.150 ribu yang kesemuanya diberikan korban melalui transfer kepada pelaku melalui rekening BCA. Akhirnya pelaku juga meminta korban untuk menjual mobil Honda Civik warna coklat metalik tahun 1988 Nopol AG 1569 KY yang katanya nanti akan diganti mobil Honda Stream.

Karena akan diganti mobil yang lebih bagus, korban menyerahkan mobilnya pada pelaku dan dijual seharga Rp.25 juta oleh pelaku kepada pembeli dari desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, lalu pelaku memberikan uang pada sopir korban yang mengantar sebesar Rp.500 ribu. Sedangkan korban karena merengek untuk membeli lemari es, pelaku men-transfer uang Rp.4,5 juta dari hasil penjualan mobil tersebut. 

Penantian korban akan pengganti mobilnya yang telah dijual korban, ternyata hanyalah bayangan semu, karena setiap ditagih, pelaku selalu berkelit, dan akhirnya, korban mendatangi rumah pelaku sebagaimana alamat yang terterah di foto KTP yang dikirim pelaku. Disanalah korban mengetahui kalau dirinya ditipu. Sebagaimana informasi yang didapat korban dari tetangga pelaku kalau Fandi bukanlah Polisi tapi sebagai Driver disalah satu showroom mobil di Mojokerto.

"Merasa ditipu, maka korban melaporkan kasusnya ke Polres Mojokerto dan Polres Nganjuk. Sedangkan Polres Nganjuk yang mendapatkan laporan langsung melakukan penyidikan dan setelah mengantongi informasi yang akurat dan terpercaya maka dengan gerak cepat kami melakukan penangkapan di wilayah hukum Polsek Kertosono. Sedangkan pelaku karena perbuatannya dikenakan pasal 378 jo pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," ungkap Kapolres Handono saat release di Mapolres Nganjuk, 17/02/2020.

Sedangkan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari tangan pelaku adalah 2 buah tabung isi ulang gasgun, 1 buah lencana penyidik kepolisian, 1 buah senjata api mainan jenis FN warna hitam bertuliskan MP900, 1 buah kantong plastik berisi 52 butir pelor mainan, 1 buah HP, 1 buah kartu ATM, 2 buah buku tabungan dan 1 lembar foto copy KTP atas nama tersangka dengan tertulis di pekerjaannya adalah POLRI. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.