Header Ads

Header ADS

SATRESNARKOBA POLRES NGANJUK BERHASIL TANGKAP WANITA ASAL JAKARTA


Nganjuk, Pojok Kiri, Perang melawan narkoba bukanlah slogan semata yang disematkan tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk. Dengan tanpa mengenal lelah terus melakukan perburuan para penyalahgunaan narkoba, bagaikan pepatah, ke lubang semutpun akan tetap dicari. Seperti yang dilakukan wanita asal Jakarta, yang diketahui telah memasok barang haram jenis shabu ke Ari Eka Putra (pelaku sudah ditangkap satuan ini) meski di Surabaya tetap disatroninya. 

Bermula dari informasi pelaku sebelumnya, tim Rajawali 19 langsung bergerak cepat ke alamat yang dikantonginya dan sekira jam 23.30 WIB, Kamis, 20 Februari 2020, dengan reaksi cepat melakukan penangkapan terhadap Melina Elizabeth Georgia alias Lisa  yang saat itu sedang terlelap tidur di kosannya Dukuh Kupang Timur VI No.54 Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Kota Surabaya.  

Setelah berhasil ditangkap satuan ini selanjutnya melakukan pengeledahan dan ditemukan barang shabu yang dimasukkan plastik klip dengan berat kotor 0 39 gram  yang disimpan di bawah tempat beras yang ada di tempat kosnya, dan juga 1 buah hp  merek VIVO warna merah yang digunakan untuk komunikasi saat transaksi shabu.

Dengan menemukan barang bukti (BB), MELIANA ELIZABETH diintrogasi pihak tim Rajawali 19, meski sedikit berbelit akhirnya mengaku kalau barang haram tersebut dia yang memasok ke Ari dan barang pelaku didapat dari seorang wanita DPO (nama dan alamat pelaku sudah dikantongi tim Rajawali 19). Sedangkan shabu dibeli pelaku dari wanita DPO seharga Rp.400 ribu. 

Kasubaghumas Polres Nganjuk AKP M Sudarman, membenarkan adanya penangkapan Lisa oleh tim Rajawali 19 di Surabaya dan pelaku sudah berada di Polres Nganjuk beserta barang buktinya berupa 1 plastik klip berisi shabu yang ditimbang beserta pembungkusnya seberat 0,39 gram dan 1 buah Hp warna merah. 

"Karena pelaku tanpa hak atau melawan hukum menjual, menjadi perantara dalam jual beli Narkotika golongan I atau   menyimpan, menguasai, memiliki Narkotika Gol I bukan tanaman, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114  Ayat (1) subs 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp.1 Milyar dan paling banyak Rp.10 Milyar," pungkas Sudarman, 21/02/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.