Header Ads

Header ADS

4 PELAKU PENGEDAR SHABU ASAL KEDIRI DAN 2 PENGEDAR PIL DOBEL L ASAL NGANJUK BERHASIL DITANGKAP POLRES NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam tiga hari melakukan operasi Pekat Semeru 2020 terhitung tanggal 26-28 Maret, Polres Nganjuk berhasil menangkap enam pelaku penyalahgunaan narkoba, empat pelaku diantaranya adalah pengedar shabu-shabu dan kesemuanya warga Kota dan Kabupaten Kediri sedangkan dua pelaku lainnya pemakai dan pengedar pil dobel L adalah warga Kabupaten Nganjuk. Hal ini menjadi indikasi kalau Kabupaten Nganjuk salah satu tempat yang bagus untuk transaksi barang haram tersebut dan warning bagi kepolisian serta masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk lebih intens dalam melakukan pengawasan penyalahgunaan narkoba terutama jenis shabu-shabu. 

Seperti pada tanggal 26/03 sekira pukul 14.30 WIB tim Rajawali 19 saat melakukan operasi dan mendapatkan informasi adanya perbuatan yang melawan hukum (penyalahgunaan narkoba) yang dilakukan oleh Arif S 42 tahun warga Desa Pandansari Kecamatan Purwoasri Kabupaten Nganjuk, dan berhasil diamankan disebuah rumah yang beralamat di Dusun Satak Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk beserta barang bukti (BB) shabu seberat 0,30 gram. Setelah dilakukan introgasi dan mengantongi data yang kuat atas asal barang tersebut, tim ini langsung melakukan pengintaian dan juga berhasil menangkap  Yudo H 34 tahun pemasok barang pada pelaku sebelumnya. 

Yudo H warga Desa Bandar Kecamatan Mojoroto Kota Kediri diamankan tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk tanpa perlawanan berarti di halaman Indomaret Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk bersama bb-nya shabu seberat 0,39 gram sekira pukul 21.30 WIB. Menurut pengakuan pelaku barang shabu didapat dari seseorang yang beralamat di Kabupaten Tulungagung (DPO).

Keberhasilan ungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis shabu juga dilakukan oleh Polsek Kertosono yang berhasil menangkap dan mengamankan dua pelaku di area SPBU Kepuh  Kecamatan Kertosono dihari yang sama, 28/03 dan jam yang berbeda yaitu sekira pukul 16.30 WIB saat melakukan operasi Pekat Semeru 2020 dan melihat Haris S 38 tahun warga Jalan Proborini Perum Asabri Blok E-25 Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, yang sangat mencurigakan lalu dilakukan pemeriksaan dan di dapat BB berupa shabu seberat 0,5 gram. 

Sedangkan penangkapan yang ke-dua sekira pukul 18.30 WIB dengan pelaku Yanuar R 31 tahun warga Desa Jambean Kecamatan Kras Kabupaten Kediri beserta bb shabu seberat 0,58 gram, atas pengakuan dari pelaku pertama, kalau barang tersebut didapat dari pelaku ke-dua. Untuk penangkapan ke-dua pelaku modusnya mengantar dan menunggu pemesan barang shabu. Untuk tindakan lebih lanjut pihak Polsek Kertosono melakukan tindakan pengamanan pelaku beserta bb  guna proses hukum lebih lanjut. 

Satu hari sebelum penangkapan dua pelaku penyalahgunaan narkoba di SPBU Kertosono, Polsek Patianrowo juga berhasil mengungkap pemakai dan pemasok barang pil Dobel L saat melakukan Operasi Pekat Semeru 2020, pada tanggal 27/03 di sebuah warung kopi yang beralamat di Dusun Jenar Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo. Saat pengeledahan Agung DJ warga Desa Bukur Kecamatan Patianrowo kedapatan membawa pil Dobel L sebanyak 5 kit/35 butir pil. Setelah ditanya pada pelaku kalau barang haram tersebut di dapat dari M Choirul.

Mendapatkan keterangan dari pelaku, atas asal barang tersebut, Polsek Patianrowo tanpa menunggu waktu lama langsung melakukan pengintaian dan penangkapan pelaku M Choirul di rumahnya Desa/Kecamatan Lengkong sekira pukul 01.30 WIB serta menemukan BB pil Dobel L sebanyak 42 butir pil yang disimpan dibawah mesin motor beserta uang Rp.400 ribu hasil penjualan barang tersebut. Ditanya muasal pil Dobel L, pelaku mengatakan mendapatkan dari seseorang (DPO sedangkan alamat dan nama pelaku sengaja dirahasiakan untuk penyidikan lebih lanjut pihak kepolisian). 

Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP M Sudarman membenarkan adanya penangkapan enam pelaku penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh empat pelaku dari Kediri dan dua pelaku dari Kabupaten Nganjuk. Sedangkan para pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. "Empat pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a)  UURI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, sedangkan dua pelaku lainnya, karena tanpa keahlian dan kewenangan dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan yang dimaksud dalam uraiannpasal 196 jo pasal 98 ayat (2), (3) UURI Nomer 35 tahun 2009 tentang kesehatan diancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan paling lama 10 tahun penjara," pungkas Kasubag Hunas M. Sudarman melalui selulernya, 30/03/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.