Header Ads

Header ADS

BUPATI NGANJUK SIAPKAN DANA ANTISIPASI COVID-19 RP. 19,3 MILYAR

Nganjuk, Pojok Kiri, Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam melakukan antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)  menyiapkan anggaran sebesar Rp.19,3 Milyar untuk penanggulangan dan tempat isolasi bagi pasien yang diduga terjangkit virus Corona. Anggaran tersebut diambil dari anggaran daerah dan dari berbagai sumber. Sedangkan pendistribusian anggaran tersebut Rp.6,29 Milyar untuk RSUD Nganjuk, Rp.6,51 Milyar untuk RSUD Kertosono dan sisanya Rp.6,5 Milyar untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk. 

Sedangkan pemanfaatan anggaran tersebut sebagaimana yang disampaikan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam siaran persnya di RSUD Kertosono mengatakan, sebagai langkah pengadaan kebutuhan barang dalam antisipasi atau penanganan Covid-19 akan terjadinya hal yang terburuk sekalipun. "Ruang isolasi sudah disiapkan di dua Rumah Sakit yaitu RSUD Nganjuk sebanyak 8 ruangan dan RSUD Kertosono sebanyak 30 ruangan. Sedangkan Dinkes akan menyiapkan fasilitas pendukung kegiatan medis dalam penanganan pasien virus corona dan upaya pencegahan. Namun harapan kami meski ruangan dan faskes telah disiapkan, akan tetap steril dan Nganjuk aman dari virus Corona," kata Bupati Novi. 

Bupati Novi juga mengatakan, pihaknya akan berupaya terus untuk melakukan sosialisasi antisipasi pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Nganjuk. Mulai dari meliburkan sekolah, menutup seluruh taman kota dan obyek wisata, dan sebagainya yang berpotensi menjadi tempat berkumpul warga. Disamping itu, pihaknya telah meminta seluruh tempat hiburan, cafe, ditutup sementara. Termasuk mensosialisasi penundaan kegiatan masyarakat seperti pesta perkawinan/khitan bahkan acara tahlilan atau yang mendatangkan masa lainnya. 

"Untuk itu, saya telah meminta kepada Satpol PP, Polri, dan TNI agar melaksanakan instruksi ini dalam rangka waspada virus corona. Silahkan ambil tindakan tegas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, apabila ada yang membandel jangan segan untuk membubarkan acara warga tersebut,  " ujar Bupati Novi saat siaran pers di RSUD Kertosono, 24/3/2020.

Bahkan karena diperlukan adanya tingkat kewaspaan yang tinggi Bupati Novi, menginstruksikan bagi seluruh ASN untuk diberlakukan shift kerja terhitung mulai tanggal 26 Maret. Ia juga meminta kepada semua masyarakat untuk melakukan sosial distancing sesuai arahan pusat, sehingga para ASN dpt bekerja efektif tanpa harus melakukan kontak fisik atau bertemu dengan banyak orang. Sedangkan untuk antisipasi lain penyebaran Covid-19 adalah penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan terurama di tempat umum dan berkumpulnya warga. Diantaranya di Pasar-pasar, terminal, stasiun, fasilitas umum lainya. Disamping itu, tempat ibadah sepeti Masjid, Pura, Klenteng, dan lainya juga menjadi target penyemprotan disinfektan.

"Kegiatan penyemprotan cairan disinfektan akan terus dilakukan sampai penyebaran virus corona dinyatakan benar-benar aman dan bagi warga desa disamping dilakukan penyemprotan dari dinas terkait juga bisa melakukan sendiri dengan swadaya maupun buat disinfektan sendiri yang bahan-bahannya masih cukup mudah didapat dipasaran," pungkas Bupati Novi. 

Sementara untuk diketahui, hingga hari ini di Kabupaten Nganjuk ada 9 warga masuk orang dalam pemantauan (ODP) dan 2 orang masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan belum ada warga penderita positip corona dan semoga sampai kapanpun tidak satupun ada masyarakat Nganjuk yang positif Covid-19. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.