Header Ads

Header ADS

DUA TUKANG CUCI MOBIL MILIKI 1,12 GRAM DI TANGKAP SATRESNARKOBA POLRES NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Penindakan penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum Polres Nganjuk tidak main-main, pelaku tidak sejengkalpun diberi ruang gerak oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nganjuk. Bahkan, diantaranya sudah banyak yang telah dijebloskan ke dalam penjara. Walau demikian para pelaku penyalahgunaan narkoba terus berdatangan seakan tidak takut dengan ancaman hukuman penjara maupun denda yang diterapkan negara padanya. Pangsa pasarpun yang awalnya bagi orang-orang yang berduit (kalangan atas) kini sudah menyasar di kalangan bawah. 

Seperti yang dilakukan oleh Rian EK 28 tahun warga Desa Perning RT 006 RW 01 Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk. Meski kesehariannya hanya sebagai tukang cuci mobil yang penghasilannya bisa dibilang pas-pasan, tapi dirinya telah mengenal barang haram dan telah ditangkap oleh Satresnarkoba sekira pukul 16.30 WIB hari Rabu, 04/03/2020  di depan toilet SPBU Baron Kabupaten Nganjuk beserta barang buktinya (BB).

Rian EK beserta barang buktinya

Karena Rian diduga telah melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman dan atau penyalahgunaan narkotika gol I bukan tanaman maka pelaku dilakukan penindakan oleh unit opsnal. Sedangkan BB yang berhasil diamankan dari tangan pelaku diantaranya 2 buah plastik klip berisi shabu dengan berat @ 0,29 gram, 1 unit Sepeda Motor Yamaha Vixion Nopol AG 4735 XT dan 1 buah tas. 

Belum puas dengan penangkapan Rian Satresnarkoba yang dikenal dengan tim Rajawali 19 melakukan pengembangan kasus dan diketahui barang haram tersebut di dapat dari Puji G 36 tahun teman pelaku pertama sesama tukang cuci mobil. Tanpa menunggu lama Satresnarkoba di bawah pimpinan Iptu Pujo Santoso melakukan penggeledahan dan penangkapan di rumahnya jalan A Yani No. 45, RT 003 RW 008 Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk sekira pukul 17.00 WIB. 

Puji G beserta barang buktinya

Dari tangan pelaku, tim Rajawali 19 juga berhasil mengamankan BB berupa 2 buah plastik klip berisi shabu dengan berat @ 0,16 gram, 2 buah plastik klip berisi shabu dengan berat @ 0,11 gram yang disimpan diatas almari dan 1 buah Hp yang disimpan diatas meja ruang tengah. Dalam pengakuan pelaku, kalau barang haram Rian didapat darinya, bahkan dirinya juga mengaku kalau dirinya mendapatkan pasokan dari seseorang yang beralamat di Surabaya (nama dan alamat dirahasiakan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut).

Penangkapan ke-dua pelaku penyalahgunaan narkoba di benarkan oleh Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP M Sudarman dan dirinya juga mengatakan untuk dilakukan proses lebih lanjut pihak Satrenarkoba memasukkan pelaku ke sel tahanan. Kasubag Humas Sudarman juga menghimbau kepada semua masyarakat keseluruhan tidak terkecuali masyarakat di wilayah hukum Polres Nganjuk untuk menjauhi dan perangi narkoba dengan diawali dari diri sendiri, kemudian orang lain karena pengaruhnya sangat buruk bagi siapa saja. 

"Ke-dua pelaku dijerat pasal 114 ayat (1( subs 112 ayat (1) UURI Nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Diancam penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp.1 Milyar atau denda paling banyak Rp.10 Milyar," pungkas Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP M Sudarman di ruang kerjanya, 05/03/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.