Header Ads

Header ADS

KABUPATEN NGANJUK PASTIKAN KETERSEDIAAN PANGAN CUKUP SAMPAI AGUSTUS.

Nganjuk, Pojok Kiri, Ditengah status darurat bencana akibat Covid-19 atau penyakit yang dinyatakan pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pasokan pangan di Kabupaten Nganjuk dipastikan aman sampai bulan Agustus 2020. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat saat melakukan kunjungan ke Bulog Candirejo di Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.

Rasa optimis ini setelah Bupati Novi melakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait stok pangan. "Saya tegaskan Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan mengawal pasokan pangan dengan sangat ketat. Karena itu saya mohon kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak usah takut kehabisan stok pangan. Sebagaimana hitungan kami, lima bulan kedepan masih cukup," tegas Bupati Novi. 

Meski diyakini stok pangan cukup, masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan aksi borong atau menimbun bahan pangan lantaran rasa takut (panic buying).  Hal terpenting menurut Bupati Novi dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 adalah dengan hidup bersih dan menjaga kesehatan serta biasakan cuci tangan sebagaimana standart dunia saat akan memulai atau mengakhiri kegiatan.

"Masuk bulan April kita akan memulai panen raya padi di lahan seluas 5 ribu hektar dengan estimasi produksi padi mencapai 22 ribu ton. Sedangkan stok beras yang berada di Bulog Nganjuk saat ini sebanyak 20 ribu ton. Dengan jumlah penduduk 1,2 juta jiwa. Sedangkan kebutuhan beras per-hari sebagaimana konsumsi pangsa pasar sebanyak 100 ton. Jadi kalau lima bulan, kebutuhan beras masyarakat Nganjuk mencapai 15 ribu ton. Kita masih surplus apalagi dengan tambahan hasil panen besuk" kata Bupati Novi lagi.

Kebutuhan rata-rata perhari perjiwa akan beras untuk diolah menjadi nasi sekitar 200 gram beras. Kalau semua warga Kabupeten Nganjuk saat ini semuanya tidak mempunyai simpanan gabah (beras), stok yang dibutuhkan sekitar 240 ton jadi kalau selama lima bulan yang dibutuhkan keseluruhan masyarakat Nganjuk sebanyak 36 ribu ton, sedangkan persediaan Bulog saat ini 20 ribu ton ditambah hasil panen setelah diolah menjadi beras sekitar 18-19 ribu ton beras, Kabupaten Nganjuk bisa dibilang cukup aman dalam pasokan beras. 

Sebab itu Bupati Novi juga berharap kepada Bulog Candirejo untuk tetap menjaga kestabilan dan ketersediaan stok pangan di pasaran, serta memastikan untuk melakukan pendistribusian sembako sampai ke masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan atau lonjakan harga di pasaran, sehingga masyarakat tidak panik dalam menghadapi kondisi yang terjadi saat ini. 

"Saya pastikan pasokan pangan aman. Jadi jangan lakukan pembelian berlebihan dan kalau nanti sekiranya diketahui ada yang berani menimbun bahan pokok, saya meminta kepada pihak aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutup Bupati Novi saat melakukan pengecekan dan memastikan ketersediaan pangan di Bulog Candirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.