Header Ads

Header ADS

KOMISI IV DPRD NGANJUK SIDAK SDN 3 DUREN, MINTA DINAS PENDIDIKAN SERIUS TANGANI GEDUNG RENTAN ROBOH

Nganjuk, Pojok Kiri,  Tujuan pendidikan yaitu sekolah sebagai agen pelaksana proses pendidikan, harus memiliki budaya ramah dalam menjalankan fungsinya. Sebagaimana penerapan program sekolah ramah anak yang mulai dikembangkan. Hal ini untuk memberikan perlindungan pada diri peserta didik sebagai anak di sekolah dengan mengutamakan hak-hak anak yang meliputi hak hidup, hak tumbuh berkembang,hak perlindungan, dan hak mendapat pendidikan. Peserta didik sebagai anak harus terlindungi menjadi manusia yang membutuhkan pendidikan secara manusiawi. Sekolah ramah anak menjadi penting mengingat setiap pagi sampai siang bahkan untuk tingkat Menengah Atas sehari delapan jam anak berada di sekolah. Keprihatinan orang tua, keluarga, masyarakat dan pemerintah karena kondisi anak-anak di sekolah yang  rawan kekerasan, kecelakaan, kotor, kondisi gedung yang mudah roboh jika ada bencana dan lingkungan tidak sehat menjadi catatan Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk. 

Sebagaimana yang dikatakan Edy Santoso Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk saat inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 3 Duren Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk menjelaskan, sekolah ramah anak adalah sekolah yang aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup serta mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

"Kalau gedung sekolah seperti SDN 3 Duren ini sama artinya Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan telah melalaikan kewajibannya dalam pemenuhan hak peserta didik. Sebab gedung sekolah ini sudah bisa diartikan jauh dari kata layak, dimana gedung ini rentan roboh, disana sini sudah terjadi keretakan pada dinding tembok. Bahkan kalau sampai terjadi hujan deras dibarengi dengan angin yang agak kencang saya pastikan proses kegiatan belajar mengajar akan terhambat karena rasa was-was dan takut akan terjadi roboh," ujar Ketua Komisi IV Edy sambil menunjuk adanya keretakan tembok yang begitu besar. 

Masih menurut Ketua Komisi IV Edy, pihaknya akan menanyakan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk atas kasus masih adanya gedung sekolah yang tidak layak pakai dan tidak menjadi perioritas pembangunan. Apakah mereka mengganggap sekolah pelosok yang berada jauh dari perkotaan hanya sebagai pelengkap data saja, sehingga selalu luput dari perhatiaannya. Sedangkan menurut keterangan pihak sekolah telah 3 kali mengajukan untuk renovasi. "Sangat ironi di era ini masih ada gedung yang masih jauh dari kata layak," ujar Ketua Komisi IV Edy lagi. 

Disisi lain menurut Kepala Sekolah SDN 3 Duren Kecamatan Sawahan, Sujito, disamping membenarkan pihaknya telah 3 kali mengajukan renovasi, dua kali tanpa ada respon dan yang terakhir ada jawaban tapi disuruh menunggu tanpa kepastian sebab sampai berita ini dinaikkan belum ada tanda-tanda Pemkab melalui Dinas Pendidikan melakukan survey, juga mengatakan setiap kali terjadi hujan disaat proses belajar mengajar dirinya selalu menghentikannya dan peserta didiknya sebagian di pulangkan dan sebagian tetap melakukan proses belajar di rumah warga. 

"Kalau saat hujan deras peserta didik saya pulangkan lebih cepat, tapi tidak semuanya, karena untuk kelas VI yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian terpaksa saya titipkan ke rumah warga. Hal ini saya lakukan biar mereka tidak ketinggalan pelajaran dan minimal anak didik kami tidak kalah dengan yang sekolah di perkotaan," ujar kepala SDN 3 Duren Sujito sambil menunjukkan gedung sekolahnya yang sudah tidak layak huni lagi pada rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, 03/03/2020.

Untuk diketahui SDN 3 Duren terakhir direnovasi pada tahun 2004 melalui anggaran Dana Alokasi Khusus. Untuk sementara empat lokal disisi utara, yang dipakai hanya dua ruang yaitu satu untuk kantor dan satu untuk ruang kelas dan dua lainnya tidak dipakai karena retakannya sangat mengkhawatirkan. Sedangkan untuk gedung sebelah selatan dari tiga ruang yang dipakai dua ruang untuk kelas dan satu tidak terpakai karena kayu atapnya sudah rapuh. Sedangkan ruang yang dipakai sesungguhnya bangunannya juga sangat mengkhawatirkan. Hal ini perlu adanya perhatian serius dari pihak instansi terkait atas keselamatan dan keamanan peserta didik dan tenaga pendidik. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.