Header Ads

Header ADS

KOMISI III DPRD KABUPATEN NGANJUK SIDAK TAMAN NYAWIJI, BERI WAKTU SATU MINGGU PELAKSANA PROYEK.

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam rangka meningkatkan lingkungan hidup perkotaan yang nyaman dan segar serta menciptakan lingkungan yang serasi dengan alam yang berguna untuk kepentingan umum. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Nganjuk mulai melakukan pembangunan Taman Nyawiji di eks Pasar Wage yang mempunyai luas tanah 1 hektar dengan anggaran Rp. 2,7 Milyar untuk tahun 2019 dan Rp.8 Milyar pada tahun 2020.

Pembangunan tahap pertama yang dimulai pada tahun 2019 oleh pelaksana proyek pembangunan CV Kurnia Jaya, meski dianggap telah menyelesaikan proyek pembangunan taman atau ruang terbuka hijau 100 persen dari 30 persen pembangunan keseluruhan, pemeliharaannya masih dianggap asal-asalan oleh Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi taman nyawiji. 

Diketahui dari tanaman bunga yang masih banyak tumbuh tanaman liar dan terowongan selfi yang terbuat dari kayu seakan tanpa fhinising, (permukaan terlihat masih kasar) dan papan kayu yang dibuat menyerupai balok ditiap sambungan sangat terlihat jelas kalau pemasangannya tidak rapi. Hal ini membuat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Marianto, uring -uringan bahkan dilihatnya di sekitar tanaman bunga banyak tanaman liar yang tumbuh tanpa dikomando langsung mencabutinya. 

"Pemeliharaan dari pihak pelaksana proyek kurang bagus, hal ini bisa dilihat di sekitar tanaman bunga banyak di tumbuhi tanaman liar atau semak belukar, bahkan pembangunan terowongan yang terbuat dari papan dan berbentuk balok-balok kalau dilihat dari jauh memang sangat mempesona tapi ketika kita dekati baru kelihatan jeleknya, karena sambungan papan kayu ke papan kayu lainnya sangat renggang dan kerengganyannya antara 2 cm sampai 3 cm," ujar Mariyanto sambil mencabuti tanaman liar yang tumbuh disekitar tanaman bunga. 

Bahkan menurut Marianto yang didampingi Kepala dinas Lingkungan Hidup Tri Wahju Koetjoro dan anggota komisi III lainnya M. Fauzi Irwana dan Sumardi mengharap, dalam satu Minggu kedepan tidak ditemukan lagi tanaman liar dan bunga yang mati masih menghiasi taman nyawiji serta balok kayu pada bangunan terowongan tidak ditemukan lubang-lubang (pemasangan sudah rapi). Bahkan Fauzi mengatakan kalau masih ditemukan hal demikian pelaksana proyek harus di blacklist. 

"Kami sangat kecewa dengan pelaksana proyek yang penggarapannya terkesan asal-asalan, apalagi dana yang dipakai sangat besar, karena itu kami memberi waktu satu Minggu untuk memperbaikinya dan apabila dalam waktu tersebut pelaksana tidak mengindahkan, kami akan merekomendasikan kepada instansi terkait agar CV  Kurnia Jaya di Blacklist," ujar Marianto lagi dan di Aamiinin yang lainnya. 

Sedangkan menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Tri Wahju Koentjoro, disamping dirinya setuju atas usulan Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk juga mengatakan pembangunan taman nyawiji tahap pertama telah selesai, hanya menyisahkan pemeliharaan, sedangkan untuk tahap kedua dengan anggaran Rp.8 Milyar diharap mampu menyelesaikan pembangunan yang tersisa 70 persen dan selesai tepat waktu, agar dengan dibukanya taman tersebut akan mampu memperkecil amplitudo.

Dimana variasi yang lebih besar dari kondisi udara yang panas ke kondisi udara yang lebih sejuk. Disamping itu, ruang terbuka hijau diharapkan juga mampu memperkecil pencemaran udara sehingga mampu meningkatkan kualitas ruang kehidupan lingkungan dan disisi lain taman kota yang nantinya akan memiliki bentuk yang sangat menarik mampu menjadi pelengkap keindahan lingkungan di sekitarnya. 

"Pada anggaran tahun 2020 untuk pembangunan taman nyawiji dianggarkan Rp.8 Milyar, namun dengan  pengawasan dan sebagainya termasuk pajak akhirnya anggaran pembangunan fisik kontruksinya sekitar Rp.6 Milyaran. Semoga dengan anggaran tersebut bisa terselesaikan semuanya dan bisa di buka atau diresmikan pada tahun ini. Sedangkan untuk pembangunan tahap pertama pihak pelaksana hanya menyisahkan pemeliharaan sampai bulan Juni 2020," pungkas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Wahju Koentjoro. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.