Header Ads

Header ADS

SISWA SMPN 1 LENGKONG DATANGI DINAS PENDIDIKAN NGANJUK TOLAK MUTASI TIGA GURU

Nganjuk, Pojok Kiri, Puluhan peserta didik SMPN 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk menggelar aksi di halaman tengah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Mereka menggelar aksi menolak kebijakan Dinas Pendidikan yang telah memutasi tiga guru tanpa alasan di tengah instruksi Bupati Nganjuk untuk tidak melakukan kegiatan yang mengundang atau mendatangkan massa dan 14 hari dalam masa lockdown serta pendidikan sekolah diliburkan (menjadi pendidikan rumah). 

Aksi penolakan yang dikawal oleh dua guru olahraga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk untuk melakukan evaluasi atau membatalkan Surat Keputusan (SK) mutasi untuk tiga guru yang diyakininya sebagai guru yang baik dan telah banyak membawa prestasi bagi para peserta didik. Sedangkan dua guru yang diyakininya tidak bisa memberi panutan tidak ikut dimutasi seperti bu Lies dan bu Eni yang disinyalir juga olehnya telah melakukan tindak korupsi Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

"Kami tidak rela tiga guru kami dimutasi, karena ke-tiga guru itu yaitu pak Kus guru olahraga banyak berjasa dalam ciptakan prestasi sedangkan bu Sri guru Matematika dan bu Swi guru bahasa Indonesia adalah guru prestasi atau bisa dibilang panutan bagi kami peserta didik di SMPN 1 Lengkong, tapi kenapa tidak guru yang jarang masuk atau guru yang disinyalir telah melakukan penyunatan BSM dan BOS yang dimutasi," kata Eka Dwi kelas IX peserta aksi penolakan mutasi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Eva Yuli Priyanti kelas VIII yang juga ikut dalam aksi tersebut menyatakan, dirinya beserta teman-temannya dengan tegas menolak mutasi ke-tiga guru yang sangat dicintainya dan bisa dijadikan panutan. Mereka juga menyatakan lebih takut kehilangan ketiga gurunya dari pada Covid-19. Dan apabila pihak Disdik masih melanjutkan atau tidak membatalkan mutasi gurunya akan mendatangkan semua siswa dari SMPN 1 Lengkong. 

"Saat kami ditemui Kepala Dinas Pendidikan, kami mengatakan menolak mutasi tiga guru kami karena guru yang baik dan berprestasi kenapa dimutasi sedang yang sama sekali tidak mendidik malah dipertahankan, dan jawaban dari Kepala Dinas usulan atau permintaan kami para siswa SMPN 1 Lengkong akan dipertimbangkan," ujar Eva sesaat setelah ditolak masuk ke Pendopo Pemerintah Kabupaten Nganjuk oleh Satpol PP karena tidak melakukan pemberitahuan aksi sedang dirinya beserta teman-teman lainnya ingin menyampaikan aspirasi kepada Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

Disisi lain Mokhamad Yasin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, disamping memberikan apsesiasi atas keberanian para siswa SMPN 1 Lengkong dalam menyampaikan penolakan atau aspirasi, dirinya juga akan meng-evaluasi atau mempertimbangkan usulan (permintaan) para aksi yang menginginkan pembatalan mutasi ke-tiga guru tersebut.

Sedangkan saat ditanya tentang alasan mutasi ketiga guru tersebut dirinya menolak untuk menjabarkannya karena menurutnya tidak bisa disampaikan dalam konteks publik. "Sesungguhnya SK mutasi belum kami berikan, tapi dengan adanya masukan dari para siswa akan menjadi pertimbangan kami dalam pemberian SK tersebut, apalagi tidak ada kebijakan yang tidak bisa berubah selagi tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang ada," pungkas Kepala Dinas Pendidikan Mokhamad Yasin pada awak media di ruang kerjanya sesaat setelah mediasi dengan para siswa yang melakukan aksi, 17/03/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.