Header Ads

Header ADS

ASIMILASI CEGAH COVID-19, RUTAN NGANJUK PULANGKAN 94 WARGA BINAAN

Nganjuk, Pojok Kiri, Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Nganjuk menerima asimilasi sejak tanggal 1-7 April sebanyak 94 orang dengan rincian tangal 1 sebanyak 10 orang, tanggal 02 sebanyak 5 orang tanggal 3 sebanyak 8 orang, tanggal 04 sebanyak 12 orang, tanggal 06 sebanyak 22 orang dan tanggal 07 sebanyak 37 orang. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait kebijakan antisipasi penyebaran Covid-19, yaitu bagi mereka yang telah menjalani setengah masa pidana dan di khususkan bagi pidana umum. 

"Total sebanyak 94 napi yang dikeluarkan karena mendapat asimilasi, sedangkan pada hari ini sebanyak 37 warga binaan. Sedangkan asimilasi diberikan khusus untuk pidana umum yang telah menjalani setengah dari masa pidanya, Untuk pidana khusus seperti yang masuk PP Nomer 99 yaitu narkotika yang ancaman hukumannya 5 tahun keatas, Koruptor, ilegal loging teroris dan trafficking tidak dapat asimilasi  " ujar Sudarno Kepala Rutan Kelas II B Nganjuk.

Masih lanjut Karutan Nganjuk Sudarno, asimilasi diberikan setelah terbitnya Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapida dan anak melalui program Asimilasi dan Integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19. Sedangkan bagi mereka yang bebas karena program asimilasi harus benar-benar berada fi rumah masing masing dan tidak dibenarkan berkeliaran kemana-mana.

"Mereka yang dapat asimilasi dan berpenduduk Nganjuk masih dalam pantauan Rutan Nganjuk sedangkan bagi yang berada di luar wilayah Kabupaten Nganjuk akan mendapatkan pengawasan dari Bapas setempat selama proses asimilasi. Jika melanggar, maka asimilasi bisa saja dicabut dan kembali menjalani hukuman di Rutan Nganjuk," tegas Karutan Sudarno.

Sedangkan untuk diketahui Rutan Nganjuk yang berkapasitas 143 napi sebelum adanya asimilasi dihuni sebanyak 363 warga binaan. Setelah program tersebut ada pengurangan sebanyak 94 orang menjadi 269 warga binaan jadi Rutan Nganjuk masih terjadi  overload sebanyak 126 orang. Sudarno Karutan Nganjuk berharap akan ada asimilasi lagi sehingga tidak terjadi kelebihan di Rutan yang dipimpinnya.

"Kami akan terus melakukan pendataan kepada warga binaan yang dinilai memenuhi syarat untuk diajukan mendapatkan asimilasi. Sedangkan bagi mereka yang akan dikeluarkan melalui program asimilasi, sebelumnya diberikan pengarahan terkait tata tertib dan juga pengarahan diam dirumah sebagaimana arahan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19," pungkas Karutan Sudarno sesaat melepas 37 warga binaan yang mendapatkan asimilasi, 07/04/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.