Header Ads

Header ADS

DOKTER GEA LULUSAN BARU UB MALANG DISUMPAH DENGAN SISTEM DARING

Nganjuk, Pojok Kiri, Pengukuhan dan pengambilan sumpah dokter  Universitas Brawijaya (UB) Malang, ditengah pandemi Covid-19 berbeda dari biasanya, para lulusan yang kini telah menjadi dokter disumpah dengan sistem online atau daring. Kegiatan prosesi menggunakan platform media video conference yang seluruh lulusannya mengikuti dari rumah masing-masing dipandu oleh dekan fakultas kedokteran.

Meski digelar dengan cara daring tidak menghilangkan suasana khidmat salah satu peserta asal Kabupaten Nganjuk, dr Gea Mulyono Rahmadani Putri S.Ked anak ke-dua dari pasangan KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro dengan Ety Aminingsih. Prosesi yang dipimpin langsung oleh Dekan FK UB Malang DR. dr Wisnu Barlianto berjalan lancar meski koneksitas internet kadangkala tidak stabil tapi tetap tidak mengurangi rasa khidmat para lulusan sekitar 89 peserta.

"Alhamdulillah tadi kami bisa mengucap sumpah dokter dibawah kitab suci Al-quran dengan lancar dan sukses bersama-sama dengan teman-teman sejawat secara online," kata Gea Mulyono Rahmadani Putri usai mengikuti sumpah dokter di Nganjuk.

Dijelaskan Gea Mulyono, sesuai sumpah dokter sebagaimana sambutan Dekan FK UB Malang sempat memberikan pesan-pesanya. Terutama bagi para dokter lulusan UB Malang untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan pendidikan di bidang kedokteran yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi. Seperti kondisi sekarang ini ditengah pandemi virus Corona diminta para dokter untuk memperluas pengetahuannya terkait virus tersebut.

"Langkah itu harus bisa dilakukan oleh para dokter untuk membantu dan mengabdikan diri kepada masyarakat dengan kemampuan yang dimiliki, dan kami siap untuk semua itu," ucap Gea Mulyono.

Memang, diakui Gea Mulyono, ditengah kondisi pandemi virus Corona sekarang ini jiwa pengabdian untuk segera bisa menolong warga yang sakit tanpa memilih sakit apa dan dari keluarga mana tidak bisa dibendung. Akan tetapi, dirinya bersama para dokter lulusan FK UB Malang saat ini harus bersabar. Ini dikarenakan penempatan tugas dokter baru turun sekitar bulan Agustus 2020 nanti.

"Akan tetapi melihat kondisi Pandemi Virus Corona jadwal waktu penempatan tugas dokter itu kami harapkan bisa dipercepat setidaknya pada bulan Juni. Tapi kami akan tetap bersabar menunggu keputusan waktu penempatan tugas tersebut," ucap Gea Mulyono.

Sementara mewakili keluarga om Bob sebagaimana sapaan akrab KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro, Romario Nurdin Utomo Negara kakak dr Gea, mengaku bangga dengan telah disumpahnya adiknya sebagai seorang dokter. Meskipun kegiatan sumpah dilakukan secara online, tetapi hal itu tidak mengurangi kepuasan dan kegembiraan serta kebanggaan atas keberhasilan adiknya yang secara tidak langsung telah resmi bisa menjalankan tugas sebagai dokter.

"Keluargapun berharap yang terbaik bagi adik kami dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dan kamipun serahkan semuanya kepada Tuhan YME kalaupun adik kami ditugaskan ikut menjadi dokter menangani pasien virus corona di mana saja," tutur Romario. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.