Header Ads

Header ADS

NGANJUK MASUK ZONA MERAH SETELAH 4 ORANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19

Nganjuk, Pojok Kiri, Empat pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Nganjuk statusnya berubah menjadi positif Covid-19. Hal ini setelah dilakukan rapid test dan swap test pada mereka, sehingga status wilayah hijau yang disandang Kabupaten Nganjuk secara otomatis menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa saat Konfersi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya berubah menjadi zona merah.

Perubahan status ini, dikatakannya saat mengumumkan tambahan 10 orang yang positif Corona, empat dari Kabupaten Nganjuk, tiga orang di Surabaya, dan masing-masing satu orang di Sidoarjo, Kota Malang dan Situbondo sehingga total keseluruhan saat ini menjadi 103 orang positif Covid-19 untuk Jawa Timur.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat pada awak media di Pendopo Pemerintah Kabupaten Nganjuk, keempat warga yang positif covid-19 tersebut dua orang merupakan panitia penyelenggara Haji Indonesia dan dua orang tenaga kesehatan Haji Indonesia. "Kami menduga mereka terpapar covid-19 saat menjalani pelatihan haji di Surabaya pada tanggal 13 hingga 18 Maret 2020 lalu," ujar  Bupati Novi.

Bahkan Bupati Novi juga mengatakan terkait asal dari keempat warga positif terkena virus corona tersebut yaitu masing-masing satu orang berasal dari Kecamatan Patianrowo, Kecamatan Baron, Kecamatan Gondang, dan Kecamatan Prambon. Yang sebelumnya, ke-empat orang ini telah melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing setelah mengetahui teman-temannya dari berbagai wilayah di Jawa Timur telah positif terjangkit Covid-19.

"Saat ke-empat orang tersebut mengetahui kalau dosen pembimbing dan rekan-rekannya yang mengikuti pelatihan di Surabaya dinyatakan positif Covid-19, mereka langsung meminta izin untuk mengisolasi diri di masing-masing rumahnya, sambil dilakukan pemeriksaan (cek lab/cek kesehatan) dan pengawasan. Tapi setelah dinyatakan positif maka pasien ini langsung menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Nganjuk," kata Bupati Novi.

Sedangkan keluarga dari ke-empat orang yang positif Covid-19, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengambil langkah cepat yaitu melakulan isolasi dan screening pada mereka serta melakukan penelusuran terkait dengan siapa saja dan di mana saja warga positif corona tersebut berkontak.

"Setelah kami mengetahui atau mendapatkan laporan dari hasil test swap bahwa, ke-empat orang tersebut positif covid-19, langkah tersebut langsung kami lakukan dan untuk sementara kami belum bisa melakukan karantina wilayah yang masuk zona kawasan dari warga positif corona, karena masih perlu melakukan identifikasi sejauh mana luasan dari warga positif corona melakukan kontak dengan warga lain," tambah Bupati Novi.

Sementara data covid-19 terakhir yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Nganjuk per-tanggal 01 Maret 2020 adalah, 27 orang masuk ODP, 12 orang masuk PDP dan 4 orang positif Corona. Sedangkan warga perantau yang pulang dan masuk ke wilayah Nganjuk sekitar 8.400 orang dan telah dilakukan pemantauan secara berjenjang oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk. "Kita tidak perlu panik tapi tetap waspada, yang terpenting budayakan hidup bersih dan sehat serta lakukan social distancing  dan apabila mengalami batuk pilek atau sesak nafas periksakan diri di klinik terdekat serta lakukan isolasi mandiri," tutup Bupati Novi, 01/04/2020, malam. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.