Header Ads

Header ADS

PENYEBAB UTAMA KEMATIAN DUA ORANG DI KABUPATEN NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri,  Dalam satu Minggu di bulan Ramadhan sudah dua orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Kabupaten Nganjuk. Mereka diduga kuat mengalami depresi yang hebat, sehingga sisi gelap inilah yang membuat diri mereka ingin mengakhiri hidupnya dengan cara yang mengenaskan. Seperti yang dialami oleh STA seorang ibu muda warga Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk yang nekat mengambil jalan pintas dalam mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada 26/04/20 di kamar tidurnya.

Sedangkan yang kedua seorang Kakek yang berinisial Wkd 70 tahun warga Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk pada 29/04/2020 sekira pukul 06.00 WIB, juga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan diduga kuat mengalami depresi hebat pada dirinya. Hal ini dikarenakan orang yang mengalami depresi, secara perlahan akan mengambil sistim kontrol pada tubuhnya sehingga yang ada pada pikirannya adalah kematian dirinya sangat diinginkan oleh semua orang.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh keluarga korban melalui Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP M Sudarman pada media ini, kematian pada korban ibu muda dikarenakan suami dan anaknya tidak berada dirumah dan sebelumnya terjadi permasalahan keluarga. "Dari keterangan keluarga korban, kalau sebelumnya terjadi permasalahan keluarga yaitu ditinggal anak dan suami sehingga diduga kuat oleh pihak saudaranya, korban mengalami depresi hebat," kata M Sudarman Kasubag Humas Polres Nganjuk.

Sedangkan kematian pada Kakek ini menurut Kasubag Humas Polres Nganjuk lagi, sebagaimana penuturan dari keluarga korban, karena dirinya tidak diijinkan untuk menikah atau mempersunting wanita idamannya oleh pihak keluarganya. "Sebagaimana pengakuan keluarga kakek ini, kalau korban mempunyai keinginan untuk kawin lagi, tapi tidak disetujuinya, sehingga kakek ini diprediksi mengalami depresi. Sedangkan kematian dua korban dengan cara gantung diri di dalam rumah," ujar Kasubag Humas Polres Nganjuk M Sudarman.

Dari dua korban yang mengakhiri hidupnya lebih cepat dan dengan cara yang tragis, menurut praktisi hukum KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro mengatakan, seseorang mempunyai keinginan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri ada sembilan penyebab diantaranya yang pertama depresi, karena mengalami depresi yang hebat dan tidak tertangani maka orang itu hanya ingin mengakhiri hidupnya. Yang kedua adalah trauma,  yaitu trauma yang menyebabkan seseorang mengalami ketakutan yang sangat dahsyat sehingga dia hanya berfikir untuk cepat mengakhiri hidupnya.

Penyebab ketiga adalah bullying, biasanya orang yang mendapatkan tekanan yang sangat kuat dari lingkungan, sehingga merasa terasing dan cepat ingin menghabisi dirinya. Keempat adalah gangguan kepribadian, yaitu orang yang merasa takut melakukan hubungan dengan orang lain yang akhirnya dirinya merasa terasing, kelima adalah pecandu narkoba dan alkohol, karena pecandu barang haram ini, membuat otak pemakainya tidak berfungsi dengan normal, sehingga cara pikir dia hanya ada barang itu atau mati.

Yang keenam adalah gangguan makanan atau yang biasa dikenal anorexia, biasanya orang ini mengalami bullying atau yang mengalami body image yang mempunyai emosi yang tidak terkontrol, ketujuh orang yang tidak memiliki pekerjaan, karena dengan pendidikan tinggi yang disandangnya sedang pekerjaan tidak pernah didapatnya biasanya orang ini akan mengalami frustasi yang hebat, sehingga kematian menurutnya adalah jalan satu-satunya. Dan yang kedelapan adalah masalah percintaan, karena masalah ini banyak membuat para pelaku berfikiran dunia telah gelap.

Serta penyebab yang terakhir atau yang kesembilan adalah penyakit yang tidak kunjung sembuh biasanya yang mengalami hal ini berfikiran penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan lagi kecuali dengan kematiannya. "Itulah penyebab kematian yang ada di dunia ini, sedangkan untuk kematian wanita muda dari Kecamatan Pace dan kakek dari Kecamatan Gondang kalau saya menganalisa semuanya karena percintaan yang menyebabkan dirinya mengalami depresi atau frustasi yang hebat sehingga kematiannya adalah jalan satu-satunya karena dia menganggap kematiannya tidak akan membuat orang sedih,"tutup om Bob sebagaiman sapaan akrab KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro, pada media ini, 29/04/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.