Header Ads

Header ADS

BUPATI NGANJUK KELUARKAN SE TERKAIT KEGIATAN HARI RAYA IDUL FITRI

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona virus disease (Covid-19) pada saat Hari Raya Idul Fitri yang mempunyai hakekat sebagai perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di Medan jihad di bulan Ramadhan atau keberhasilan kaum Muslim dalam menundukkan nafsu dan terlahir kembali dalam keadaan fitrah. Bupati Nganjuk keluargan surat edaran (SE) nomor 451/1340/411.013/2020 tentang pelaksanaan kegiatan peringatan Idul Fitri 1 syawal 1441 H pada hari Jumat, 22/05/2020. 

Hal ini dimaksudkan agar kegiatan Hari Raya Idul Fitri atau yang poluler dengan nama lebaran dapat dilakukan oleh masyarakat dengan tetap berpedoman pada aspek ibadah sekaligus aspek kesehatan. Sebagaimana SE tersebut, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat menjelaskan, umat Islam tetap bisa menjalankan kegiatan peringatan Hari Raya Idul Fitri dengan baik berdasarkan fiqih ibadah yang senantiasa ikut berperan aktif mencegah penyebarn virus corona. Yakni dengan melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

"Patuhi peraturan pemerintah dalam melakukan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap memakai masker, jaga jarak, selalu mencuci tangan, tidak berkumpul serta keluar rumah," jelas Bupati Novi mengingatkan kepada segenap warga Kabupaten Nganjuk agar tidak tertular atau menjadi pasien Covid-19.

Selain itu dalam SE, Bupati Novi juga menambahkan, warga dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan takbir keliling dan sebaiknya lakukan takbir di rumah masing-masing. Untuk takbiran di Masjid dan Mushola dilakukan dengan jumlah terbatas dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. "Untuk Silaturahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial atau video call atau qteleconference," tambah Bupati Novi.

Sedangkan untuk kegiatan zakat, bisa dilakukan dengan melakukan pengumpulan dan pembagian zakat fitrah melalui panitia terbatas dan tidak terpusat pada malam hari raya serta pembagiannya-pun diantar ke rumah yang berhak menerima zakat. Disamping itu juga mengatur tentang penutupan kegiatan operasional jenis usaha rekreasi dan hiburan (karaoke, panti pijat, dan sejenisnya) agar tidak menimbulkan kemaksiatan, kemungkaran, dan keresahan masyarakat pada Hari Raya Idul Fitri ditengah pandemi virus corona. Serta melarang adanya penjualan minuman keras di warung, toko atau tempat lainya.

"Dan sekali lagi kami mengharapkan masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak panik ditengah pandemi Covid-19. Momen Hari Raya Idul Fitri ditengah Pandemi Covid-19 kali ini bisa dimaknai sebagai momen untuk peningkatan ibadah, doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari yang fitri. Semoga musibah Pandemi Covid-19 bisa segera dihilangkan dari Indonesia," tutur Novi Rahman Hidhayat. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.