Header Ads

Header ADS

DPRD KABUPATEN NGANJUK LAKUKAN RAPID TES HASILNYA NON REAKTIF

Nganjuk, Pojok Kiri, DPRD Kabupaten Nganjuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan metode tes cepat atau rapid tes Corona, yaitu salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi atau skrining awal adanya infeksi Covid-19 dalam tubuh dengan menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus dalam tubuh.

Sedangkan antibodi sendiri merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan bakteri, virus atau benda asing lainnya. Itulah yang menyebabkan DPRD Nganjuk berinisiatif melakukan rapid tes, karena meski ditengah pandemi Covid-19 anggota legislatif tetap aktif bekerja melakukan pengawasan. 

Seperti yang dikatakan oleh Mariyanto Ketua Komisi III DPRD Nganjuk mengatakan, dirinya beserta rekan-rekan sejawatnya melaksanakan pemeriksaan kesehatan yaitu rapid tes. "Pemeriksaan melalui rapid test ini adalah inisiatif Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, agar mengetahui kondisi anggotanya saat pandemi COVID-19," kata Mariyanto sesaat setelah melakukan rapid tes 

Hal yang sama juga disampaikan oleh R Bambang Agus Hendro Wibowo Sekretaris Komisi II DPRD Nganjuk, dengan melakukan pemeriksaan rapid test tentunya akan diketahui bagaimana kesehatan para anggota DPRD selama ini. Apalagi kalangan wakil rakyat ini, juga memiliki aktivitas yang cukup banyak dalam beberapa waktu lalu. 

Baik itu melakukan agenda reses, rapat paripurna secara daring, serta berbagai hal lainnya agar kegiatan di DPRD setempat tetap berjalan normal, meskipun tidak seperti rapat-rapat biasanya. "Kegiatan di DPRD tetap berjalan, hanya saja dilakukan dengan cara jaga jarak, serta melalui konferensi video. Beberapa kali hal tersebut juga sudah dilaksanakan, berjalan lancar dan sesuai harapan," ucap mas Bowo sebagaimana sapaan akrab R Bambang Agus Hendro Wibowo yang juga ketua Fraksi Gerindra.

Sedangkan Suprapto anggota Komisi I DPRD Nganjuk berharap pandemi yang sudah mendunia ini secepatnya segera berakhir. Harapan itu tidak lain, agar pembangunan, serta perekonomian bisa kembali normal seperti sedia kala. Kemudian rencana pembangunan yang sudah disusun pemkab, agar bisa kembali dilaksanakan secara normal. Dengan adanya wabah tersebut, hampir seluruh anggaran tersedot untuk penanganan COVID-19 yang dampaknya begitu luas bagi masyarakat setempat. 

"Mari kita bersama-sama berdoa agar wabah ini segera berakhir. Selanjutnya masyarakat tetap di himbau agar tetap mengikuti anjuran atau aturan yang diberlakukan pemerintah, guna memutus rantai penyebaran virus yang kian meresahkan tersebut. Sedangkan terkait hasil pemeriksaan rapid tes, dari jumlah 50 anggota dewan yang ada, yang ikut sebanyak 27 anggota dewan plus satu orang dari sekwan dan Alhamdulillah hasilnya non reaktif" tutur Suprapto. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.