Header Ads

Header ADS

OKNUM GURU WANITA PNS ASAL DESA KECUBUNG PACE DIGREBEK BERSAMA SELINGKUHANNYA TERANCAM HUKUMAN DISIPLIN BERAT

Nganjuk, Pojok Kiri, Bulan Ramadhan adalah bulan dimana diwajibkannya semua umat Muslim untuk melakukan puasa dengan menahan makan dan minum serta nafsu, bukanlah hal yang mudah bagi salah satu oknum guru wanita PNS warga desa Kecubung Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Karena godaan nafsunya diduga telah rela membohongi dengan berpamitan untuk keluar rumah sekejap karena ada keperluan pada suaminya, yang juga sebagai guru PNS, dan tidak tahunya melakukan hal yang tidak senonoh dengan pria idaman lain (Pil) di sebuah 
rumah kontrakan, di Desa Gebangkerep Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk.

Hal ini diketahui karena suaminya sebut saja Dul Karim yang merasa curiga atas ketidakpulangan istrinya LW guru pengajar SDN 1 Sukomoro. Maka ia mencari informasi keberadaannya dan setelah mengetahui, maka tanpa berfikir lama, bergegaslah dia ke alamat yang telah dikantonginya. Tapi sebelum nyamperin istrinya Dul Karim meminta ijin pada RT setempat dan melaporkan adanya dugaan perselingkuhan.

Mendapat laporan tersebut, ketua RT bersama warga dan juga suami dari pelaku langsung bergerak cepat dengan melakukan penggerebekan. Sedangkan kedua pasangan haram ini, saat dilakukan penggerebekan diketahui sedang berada di dalam rumah, dan karena merasa panik serta mengetahui sang suami turut dalam penggerebekan tersebut, LW mencoba melarikan diri melalui jendela samping rumah kontrakan, tapi tidak berhasil karena warga keburu mencegatnya.

Dengan tertangkap basah pasangan selingkuh ini, oleh suami dan warga, maka, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan (penghakiman massa) oleh pihak perangkat desa setempat pasangan haram ini dibawah ke Kantor Polsek Baron. Hal ini sebagaimana yang dikatakan Bibit Ketua RT yang ikut dalam aksi pengerebekan mengatakan, demi keamanan dan adanya efek jera pelaku pasangan bukan suami istri ini oleh dirinya langsung diserahkan ke pihak aparat penegak hukum.

"Kami mendapati wanita oknum guru PNS LW sedang berduaan dengan KA salah seorang pengusaha kontraktor asal kelurahan Sukomoro di dalam rumah kontrakan. Dan pasangan ini, agar dilakukan proses lebih lanjut kami serahkan ke Polsek Baron. Hal ini kami lakukan, atas saran dan ijin dari sang suami dari pasangan selingkuh tersebut," ujar Bibit sesaat setelah menyerahkan pasangan terlarang ini ke Polsek Baron agar di proses sebagaimana hukum yang berlaku kemaren.

Sedangkan dengan adanya dugaan perselingkuhan oknum wanita PNS ini, praktisi hukum KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro mengatakan ketentuan sangsi ASN yang terlibat kasus asusila atau perselingkuhan telah diatur dengan jelas dalam PP Nomer 45 tahun 1990 sebagaimana perubahan atas PP Nomer 10 tahun 1983 tentang Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS, bahkan masih dipertegas lagi dengan PP Nomer 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Sedangkan dalam dua PP tersebut telah disiapkan sangsi bilamana pelanggaran disiplin ASN yang mengarah pada pencemaran martabat PNS.

"Sangsi dalam PP yang saya sebutkan tadi diantaranya pasal 14 PP Nomer 45 tahun 1990 tentang Ijin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau sebaliknya tanpa ikatan perkawinan yang sah dan pasal 15 yaitu bagi yang melanggar salah satu atau lebih kewajiban/ketentuan pasal 14 dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat yang juga sebagaimana PP Nomer 30 tahun 1980 dan telah diubah menjadi PP Nomer 53 tahun 2010. Sedangkan penjelasan pasal dari PP itu ada dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Nomer 61 tahun 1990 tutur om Bob sebagaana sapaan akrab KRT Nurwadi Rekso Hadinagoro pada media ini, 14/05/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.