Header Ads

Header ADS

TAMBAHAN DUA ORANG DARI KECAMATAN BARON, NGANJUK MENJADI 14 ORANG POSITIF COVID-19

Nganjuk, Pojok Kiri, Himbauan atau instruksi dari pemerintah untuk melakukan Social distancing atau physical distancing sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19, belum sepenuhnya dilakukan masyarakat Kabupaten Nganjuk, Hal ini terbukti setelah dua orang warga Kabupaten Nganjuk terkonfirmasi positif virus Corona, setelah keduanya telah melakukan serangkaian tes yaitu rapid tes dan swab tes, sehingga yang awal total keseluruhan 12 orang kini menjadi 14 orang.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk Hendriyanto berharap, dalam rangka memutus rantai penyebaran wabah Corona diperlukan kerjasama semua pihak untuk tertib dalam menerapkan sebagaimana protokol kesehatan, yaitu tetap dirumah, keluar apabila sangat perlu (penting), hindari kerumunan, jaga jarak, biasakan pakai masker saat keluar rumah dan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan aktifitas apapun dengan sabun antiseptik dan dengan air mengalir.

"Saya berharap penambahan terkonfirmasi positif, cukup dua kasus pada hari ini, yang pertama adalah seorang wanita berusia 40 tahun dari Kecamatan Baron, hal ini diketahui setelah dirinya pulang dari wisata Srambang Park Ngawi, merasakan sakit dengan gejala batuk, pilek dan sesak nafas, lalu dilakukan rapid tes pada 25 April 2020 dan hasilnya reaktif, wanita ini kami kategorikan klaster Srambang," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Nganjuk Hendriyanto, kemaren malam.

Sedangkan yang kedua adalah seorang santri laki-laki berusia 15 tahun juga dari Kecamatan Baron dengan riwayat, dari Pondok Pesantren (PP) AL Fatah,Temboro Magetan, yang awalnya tanpa gejala atau santri tersebut tanpa keluhan apapun. Namun, pada 28 April 2020, dilakukan rapid test pada santri tersebut dan ternyata hasilnya reaktif. Sehingga, tim medis langsung melakukan isolasi pada santri ini, pada saat itu juga sebagaimana wanita klaster Srambang ke RSUD Kabupaten Nganjuk.

"Dalam hal ini, santri tersebut kami kategorikan klaster Temboro dan sore ini kami dapatkan hasil swab dari Surabaya, keduanya dinyatakan terkonfirmasi positif. Sedangkan perkembangan Covid-19 hingga hari Sabtu, 09/05/2020 di Kabupaten Nganjuk adalah, ODR (orang dalam resiko) 31.335 orang, OTG (orang tanpa gejala) 491 orang, ODP (orang dalam pemantauan) 78 orang, PDP (pasien dalam pengawasan) 48 orang, dan yang terkonfirmasi positif 14 orang serta yang sembuh 3 orang," tambah Hendriyanto.

Dengan penambahan ini warga Nganjuk dihimbau untuk tetap tenang dan waspada serta tetap terapkan protokol dasar kesehatan (pencegahan penularan Covid-19) sebagaimana yang diperintahkan World Health Organization (WHO) seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kondisi tubuh, serta lakukan social distancing dan physical distancing seperti jaga jarak fisik sebagai langkah memutus rantai penyebaran virus Corona lebih meluas. "Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Nganjuk tetap serius dan selalu siap serta mampu dalam menangani pandemi Covid-19," tutur Hendriyanto dalam siaran persnya, kemaren malam. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.