Header Ads

Header ADS

TEMUKAN BERAS BANTUAN COVID-19 JELEK, EDY SANTOSO KETUA KOMISI IV DPRD NGANJUK URING URINGAN

Nganjuk, Pojok Kiri, Musibah pandemi Covid-19 tampaknya belum menampakkan sinyal yang membaik. Pemberitaan dihiasi dengan meningkatnya jumlah pasien yang positif, namun demikian, perlu juga adanya optimisme peningkatan jumlah pasien yang sembuh. Sehingga fenomena sosial pandemi virus Corona tidak hanya terfokus pada peningkatan kasus positif yang disebabkan dari berbagai reaksi masyarakat yang kurang peduli dengan wabah ini, tapi adanya fenomena lain seperti peningkatan angka kemiskinan, mobilitas masyarakat secara dini serta kerawanan keamanan.

Pemerintah dalam melakukan upaya agar masyarakat terdampak Covid-19 tidak terlalu dalam jatuhnya, mengambil langkah atau memberikan kebijakan sosial ekonomi seperti pemberian bantuan tunai langsung (BLT), non tunai seperti sembako dan lain sebagainya, merupakan respon positif. Tapi masalah klasik selalu timbul dilapangan, seperti ketidakakuratan data penerima, barang atau paket yang diterima kualitasnya tidak memenuhi standart dan kejelasan informasi pengaduan atas semua hal tersebut, mungkin memang disengaja diburamkan atau karena kealpaan pemerintah atau mungkin karena keadaan situasi darurat yang menjadikan semuanya menjadi instan, "Yang terpenting adalah untuk kepentingan masyarakat".

Sebagaimana yang dikatakan oleh Edy Santoso Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk menjelaskan, program bantuan pemerintah baik pada saat kondisi regular maupun saat bencana tidak terlepas dari pelayanan publik. Pemerintah sebagai aktor pemberi layanan, wajib mematuhi asas-asas pelayanan publik yang di antaranya berupa kejelasan informasi dan transparansi. Hal ini diperlukan aga tidak menimbulkan masalah sosial baru di kalangan masyarakat. Intensifikasi dan ekstensifikasi saluran komunikasi merupakan skenario wajib yang harus ditempuh.

Sedangkan ditengah masyarakat banyak pertanyaan terkait bagaimana prosedur penerimaan bantuan, apa saja item bantuan, kapan diberikan serta kemana harus mengadukan jika terjadi ketidaksesuaian atau kesulitan dalam menerima bantuan. Sebagai contoh, masyarakat perlu diberi informasi terkait BLT maupun bantuan non tunai seperti pemberian beras. Karena tidak semua masyarakat menerima bantuan beras dengan standart mutu yang bagus sebagaimana temuannya di tiga desa di Kecamatan Gondang.

"Saya menemukan bantuan beras dengan kemasan 20 kg untuk warga terdampak Covid-19 di Desa Ketawang, Desa Kedungglugu dan Desa Senjayan yang semuanya masuk Kecamatan Gondang kualitasnya jelek dan sangat tidak layak untuk diberikan kepada masyarakat. Apalagi nominal yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk untuk harga beras tersebut Rp. 200 ribu atau Rp 10 ribu/kg. Saya menduga ini sudah terkategori, penyelewengan anggaran atau mengeruk keuntungan dari masyarakat miskin,"  jelas Edy Santoso yang juga politisi Hanura.

Sedangkan saat disinggung tentang payung hukum pemberian sembako kepada warga terdampak Covid-19, Edy Santoso mengatakan, Novi Rahman Hidayat selaku Bupati Nganjuk mungkin telah membuat aturannya seperti Peraturan Bupati tentang Penanganan Covid-19 atau lainnya, yang intinya tentang petunjuk teknis pemberian bantuan sosial baik tunai maupun non tunai. "Alangkah baiknya tanyakan langsung pada Bupati Nganjuk atau Pemerintah Daerah yang menangani bantuan tersebut, terkait Perbupnya. Karena hal ini termasuk pelayanan publik jadi keterbukaan dan transparansi sudah menjadi kewajiban Pemerintah kepada masyarakat," kata Edy Santoso lagi.

Edy Santoso juga menambahkan, atas temuan beras bantuan yang kualitasnya sangat tidak manusiawi sedangkan harga yang diterapkan pemerintah, bisa dibilang sangat bagus, Komisi IV akan memanggil pihak-pihak yang terkait atas hal tersebut secepatnya, karena kalau nanti diketahui terjadi penyimpangan atau diduga ada aliran upeti kepada pihak-pihak tertentu untuk memuluskan proyek pengadaan beras bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. "Ini bantuan untuk masyarakat miskin, tapi kalau mereka masih mencari keuntungan dari sana, kami yakin mereka tidak punya nurani dan sudah selayaknya diberi efek jera," tutur Edy Santoso Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk saat menemukan bantuan beras kepada warga terdampak Covid-19 yang sangat jelek di desa Ketawang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, 26/05/2020, siang. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.