Header Ads

Header ADS

WARGA KEMLOKOLEGI BAWAH SHABU BERHASIL DIBEKUK TIM RAJAWALI 19 DI BARONG

Nganjuk, Pojok Kiri, Ditengah merebaknya pandemi Covid-19 dan carut marutnya perekonomian masyarakat, aktivitas peredaran narkoba terus berjalan, Para pelaku penyalahgunaan barang haram ini bahkan tidak mengenal situasi dan kondisi apapun, termasuk situasi sulit saat sekarang.

Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk yang tidak mau kecolongan atas aksi sindikat narkoba yang masuk dalam bahaya laten bagi keberlangsungan atau eksistensi suatu bangsa atau negara, sehingga memerlukan upaya penanganan yang luar biasa.

Dengan terus bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat lintas sektoral Tim Rajawali 19 selalu berhasil menggukap kasus kejahatan yang bersifat extra ordinary dan buruannya tidak satupun ada yang lolos. Seperti yang terjadi pada Sabtu, 30/05/2020 sekira pukul 20.00 WIB, di depan warung makan termasuk Dusun Barong Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.

Doni S, 35 tahun warga Dusun Kuniran RT002 RW 001 Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk yang masuk dalam daftar buruannya juga dibuat tidak berkutik saat dilakukan penggeledahan dan penangkapan oleh Tim Rajawali 19 dibawah pimpinan Iptu Pujo Santoso.

Tanpa bisa mengelak lagi pelaku yang kedapatan membawa Shabu seberat 0,30 gram dimasukkan dalam plastik klip kedalam bekas bungkus rokok ditemukan didalam saku celana sebelah kanan belakang dan uang tunai sebesar Rp.150 ribu disaku sebelah kiri belakang celana.

Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk

Sebagaimana penjelasan Kasubag Humas Polres Nganjuk Iptu Rony Yunimantara, pelaku mengaku kalau barang haram tersebut adalah pesanan seseorang yang beralamat di Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk sedangkan asal dari barang tersebut, dirinya memperolehnya dari seseorang yang berasal dari Jombang (red. Nama dan alamat tersangka dirahasiakan guna penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Polres Nganjuk).

"Untuk pelaku yang berasal dari Jombang kami tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) sedangkan tersangka Doni dijerat pasal 114 ayat (1) huruf (a) Jo pasal 112 ayat (1) UURI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun dan maksimal 20 tahun," tutur Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk pada media ini, 31/05/2020.

Kasubag Humas Rony juga mengingatkan kepada masyarakat secara luas untuk menghindari narkoba yang mempunyai 3 efek samping yang sangat berbahaya yaitu Stimulan yang dapat memacu sistem saraf pusat lebih cepat, depresan yang dapat menekan atau menurunkan sistem saraf pusat dan hallusinogen yang memberikan efek halusinasi.

"Sebab dengan adanya efek samping tersebut, si pemakai dengan tanpa sadar akan melakukan tindak kejahatan lainnya, seperti pencurian, pemerkosaan, pembunuhan dan bahkan penyakit akan dengan mudah menghampiri para pemakai narkoba seperti HIV-AIDS, Hepatitis serta merenggut nyawanya. Karena itu mari kita bersama-sama jauhi dan perangi narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terlebih kesehatan kita," pungkasnya. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.