Header Ads

Header ADS

COBA TRANSAKSI NARKOBA DUA PEMUDA NGANJUK BERHASIL DITANGKAP, SATU BERUSAHA HILANGKAN BARANG BUKTI.

Nganjuk, Pojok Kiri, Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Nganjuk hampir marak. Dimana tiap Minggu ada saja, dua, tiga orang yang ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nganjuk. Hal ini karena sifat narkoba yang membuat para pemakainya seakan merasa bahagia, bersemangat dan ceria yang akhirnya menjadi  ketergantungan pada barang haram tersebut, karena seakan-akan lepas dari jeratan masalah hidupnya. Tapi mereka melupakan sifat negatif yang melekat pada narkoba yaitu sel saraf pusat di otak akan diserang secara langsung.

Dampak berbahaya lainnya adalah mampu menghancurkan bangsa dan negara melalui penghancuran generasi mudanya. Karena itu kasus ini masuk dalam bahaya laten, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bahaya yang tersembunyi, terpendam, tidak kelihatan tetapi mempunyai potensi untuk muncul. Sedangkan kasus narkoba lainnya juga bisa digolongkan dalam kejahatan luar biasa, dan lebih jahat dari terorisme yang menjadi fokus dunia.

Dari sifat dan dampak yang luar biasa yang ditimbulkan dari narkoba, Satresnarkoba Polres Nganjuk dibawah kepemimpinan Iptu Pujo Santoso, tidak sedikitpun mengendorkan semangat untuk menciptakan wilayah hukum Polres Nganjuk terbebas dari peredarannya. Seperti tidak memberikan ruang gerak se-inchipun bagi siapa saja yang mencoba menyalahgunakan barang tersebut. Sebagai mana halnya dua pemuda asal Nganjuk yang mencoba mengedarkan shabu dan pil dobel L harus mendekam di balik jeruji.

Saddam Husein 23 tahun warga RT 02 RW 03 Desa Gondang Legi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk berhasil ditangkap saat kedapatan membawa/mengedarkan shabu yang dibungkus plastik klip seberat 0,71 gram dan alat pendukung lainnya serta uang hasil penjualan sebesar Rp. 100 ribu, di sebuah rumah di Dusun Banaran Desa Watudandang Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, pada Rabu, 03/06/2020 sekira pukul 00.00 WIB.

Sedangkan penangkapan kedua dilakukan oleh Polsek Berbek, saat melakukan giat patroli rutin yang mendapatkan informasi, adanya kegiatan mencurigakan di jalan tengah sawah jurusan Desa Bendungrejo Kecamatan Berbek dan Desa Ngepeh Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, yang dilakukan segerombolan pemuda. Dengan gerak cepat anggota Polsek ini menyatroni lokasi yang dijadikan ajang miras, dan berhasil mengamankan Adi Prasetyo 26 tahun warga RT 07 RW 04 Desa Bendungan Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu, 06/06/2020 sekira pukul 22.45 WIB yang kedapatan mengedarkan pil dobel L Serta berusaha membuang barang bukti (BB) pil dobel L sebanyak 105 butir.

Pihak Polsek Berbek disamping berhasil mengamankan BB yang dibuang tersangka juga berhasil mengamankan pil dobel L yang disimpan dirumahnya sebanyak 25 butir. Hal ini sebagaimana yang dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Nganjuk Iptu Rony Yunimantara pada media ini, juga mengatakan, para tersangka mendapatkan barang shabu dan pil dobel L dari seseorang (red nama dan alamat tersangka/DPO sengaja dirahasiakan guna penyelidikan/tindakan lebih lanjut).

"Pelaku pertama karena tanpa hak atau melawan hukum menjual, menjadi perantara dalam jual beli norkotika golongan 1 atau menyimpan, menguasai, memiliki norkotika golongan 1 bukan tanaman, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) UURI No.35 tahun 2009 tentang narkotika diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 1 Milyar dan paling banyak Rp. 10 Milyar. Sedangkan pelaku yang kedua dijerat pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun," tutur Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk pada media ini, 07/06/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.