Header Ads

Header ADS

DOKTER MUDA RSUD NGANJUK TERKONFIRMASI POSITIF COVID, IGD DITUTUP SEMENTARA

Nganjuk, Pojok Kiri, Satu dokter muda di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk, terinfeksi Covid-19 dan terpaksa ruang Instalasi Gawat Darurat yang ditanganinya (IGD) ditutup sementara untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan, China. Disamping itu sebagai bentuk evaluasi dalam dua hari terakhir (sampai Minggu, 14/06/2020), dan semoga tidak terjadi penutupan selama dua pekan seperti informasi yang beredar luas di masyarakat.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi yang juga Wakil Bupati Nganjuk menjelaskan, penutupan IGD RSUD Nganjuk, sebagai bentuk penanggulangan penyebaran Covid-19 dan untuk keperluan sterilisasi dan tracing virus Corona. Karena salah satu dokter IGD RSUD Nganjuk dinyatakan positif virus Corona.

"Kami menilai penutupan ruang IGD, memang harus dilakukan, karena sebagai langkah sterilasi, sebab yang terpapar adalah internal ruangan tersebut, yakni salah satu dokter di IGD yang terkonfirmasi positif. Dan penutupan itu sendiri sebagai bentuk evaluasi dari tim Gugus Tugas Covid-19 dalam dua hingga tiga hari dan setelah itu dimungkinkan IGD bisa dibuka kembali melayani masyarakat," jela Marhaen Djumadi.

Masih menurut Marhaen Djumadi, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Nganjuk dapat memahami dan mengerti akan langkah yang diambil tim Gugus Tugas Covid-19 yang melakukan penutupan sementara IGD RSUD Nganjuk sebagai bentuk, keperluan tracing dan pencegahan penularan virus corona. Sebab bagaimanapun virus ini belum diketahui asal muasalnya dan perlu dideteksi penyebaranya, karena itu perlu adanya penanganan cepat, akurat dan serius. "Sekali lagi kami mohon untuk mengerti akan langkah ini. Apalagi penutupan tersebut, menjaga kesehatan agar penularan virus corona tidak menyebar" kata Marhaen Djumadi.

Sedangkan untuk penanganan lainnya, seperti yang dikatakan oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan rapid test, terhadap sekitar ratusan  warga Desa Pace Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. Hal ini juga dilakukan karena, setelah salah satu dokter di Poliklinik Desa Pace terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian untuk memutus mata rantai penularannya maka dilakukan rapid test terharap warga yang pernah berkontak dengan dokter poliklinik tersebut. "Bentuk langkah preventif dalam mencegah penularan virus Corona di wilayah Pace, kami melakukan kegiatan rapid test," ujar Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

Sedangkan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, dr Hendriyanto menjelaskan, untuk data sementara jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk sebanyak 38 orang, dimana dinyatakan sembuh 27 orang, dan meninggal dunia satu orang."Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, karena jumlah kesembuhan warga positif Covid-19 terus bertambah. Karena itu tetap lakukan sebagaimana protokol kesehatan," tutur Hendriyanto, 11/06/2020, malam. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.