Header Ads

Header ADS

PEMASOK SHABU DONI ASAL KEMLOKOLEGI BERHASIL DITANGKAP DIDALAM KANDANG AYAM.

Nganjuk, Pojok Kiri, Tanpa memberi celah bagi pelaku penyalahgunaan narkoba dan mau melepas buruannya untuk lebih mengembangkan usaha haramnya, Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk kembali berhasil menangkap dan mengamankan tersangka pemasok barang Shabu ke tersangka Doni S 35 tahun warga Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk (sebagaimana berita sebelumnya dimedia ini, tersangka Doni telah berhasil ditangkap pada Sabtu, 30/05 di Dusun Barong Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk).

Dengan mengantongi informasi dan data yang lengkap serta tanpa menunggu waktu lama, satuan ini langsung melakukan penyisiran ke lokasi yang telah diketahuinya. Dan pada hari Minggu, 31/05/2020, sekira pukul 19.15 WIB di dalam kandang ayam Yeyen A 33 tahun yang saat itu beserta tersangka lainnya Rifan IK, 22 tahun keduanya adalah warga Dusun Surabayan Desa Tenggaran Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang berhasil diamankan tanpa adanya perlawanan yang berarti.

Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk menjelaskan, keberhasilan Satresnarkoba mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba tidak lain karena Polres Nganjuk menginginkan wilayah hukumnya terbebas dari peredaran narkoba. "Salah satu penanganan khusus bagi penyalahgunaan narkoba adalah tidak memberikan ruang gerak sedikitpun, seperti penangkapan kali ini yaitu hasil dari pengembangan kasus sebelumnya," kata Kasubag Humas Rony.

Sedangkan BB yang berhasil diamankan dari kedua tersangka tersebut adalah satu plastik klip berisi Shabu seberat 0,30 gram, delapan paket daun ganja kering dengan total berat 167,46 gram, seperangkat alat hisap Shabu (satu buah botol plastik yang tutupnya dilubangi dan dimasuki dua buah sedotan, dan yang salah satu sedotannya dimasuki satu buah pipet kaca), satu bekas bungkus rokok berisi satu buah plastik klip bekas bungkus shabu, satu buah tisu yang dilinting, dua buah cotton bud, satu botol obat tetes air mata dan dua buah Hp.

"Hasil dari penggeledahan tersangka Yeyen A, ditemukan barang haram tersebut dan dari pengakuannya kalau Shabu berasal dari Rifan IK yang kebetulan berada dalam satu kandang ayam, sedangkan satu tas kresek hitam berisi delapan paket ganja adalah titipan seseorang yang juga berasal dari Kabupaten Jombang (red. Nama dan alamat tersangka yang masuk dalam DPO sengaja dirahasiakan guna penyidikan pihak Polres Nganjuk lebih lanjut)," tambah Kasubag Humas Rony.

Untuk kedua tersangka penyalahgunaan narkoba karena tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Gol I atau menyimpan, menguasai Narkotika Gol I bukan tanaman dan atau menyimpan Narkotika Gol I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksud dalam uraian pasal 114 ayat (1) huruf (a) Jo pasal 112 ayat (1) Subs pasal 111 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika diancam hukuman penjara minimal 7 tahun dan maksimal 20 tahun.

"Ancaman hukuman selalu menunggu mereka yang melanggar, karena itu jauhi segala bentuk kejahatan, apalagi narkoba, disamping ancaman hukuman yang berat juga dapat merenggut nyawa pemakainya," tutur Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk pada media ini, 01/06/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.