Header Ads

Header ADS

POLSEK LOCERET UNGKAP PELAKU PEMALSUAN PAKAN TERNAK

Nganjuk, Pojok Kiri, Jangan tergiur dengan harga murah, karena yang murah belum tentu kualitas bagus dan jangan-jangan produknya asli tapi palsu (aspal/abal-abal). Seperti yang ditawarkan Sujarot 31 tahun warga Dusun Jegles RT 01 RW 01 Desa plosoharjo Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk melalui media sosial (medsos) Facebook, sebuah produk pakan ternak ayam jenis S11 yang katanya produksi dari PT Charoen Phokphand.

Pakan ternak ini masuk dalam kategori finisher yaitu pakan ternak yang diberikan kepada ayam pedaging berumur 22 hari hingga ayam berumur 30 hari dengan harga dipasaran Rp. 13 ribu - Rp. 15 ribu. Sedangkan oleh pelaku ditawarkan (diunggah) melalui FB pada Rabu, 02/06/2020 dengan harga Rp 132.500 persaknya (50 kg) atau Rp. 2.650 perkilonya. Dengan harga yang begitu murah, menarik perhatian salah satu karyawan dari PT Charoen Phokphand Irwin Sanjaya 29 tahun warga Desa Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kabupaten Malang, yang merasa curiga atas barang tersebut dengan selisih harga yang begitu jauh.

Maka untuk memastikan kecurigaan tersebut meminta korban untuk memesannya, sehingga tercapailah kata sepakat dan korban Agus Arifin 31 tahun, warga Kelurahan Mangundikaran Kecamatan/Kabupaten Nganjuk yang juga sebagai wakil dari perusahaan tersebut, memesan 20 sak dengan total uang yang harus dibayar Rp. 2.650.000, sedangkan untuk kata jadi, korban harus membayar Rp.500 ribu kepada pelaku, karena sebagaimana dalam kesepakatan barang sampai di Ruko Dusun Sambijajar Desa Kwagean Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk sebagai lokasi yang ditunjuk oleh korban, maka sisa pembayaran akan dilunas.

Disamping melakukan pemesanan korban juga melakukan pelaporan kepada Polsek Loceret pada 03/06/2020 sekira pukul 08.00 WIB atas dugaan pemalsuan produk pakan ternak tersebut. Sedangkan sekira pukul 18.30 WIB sebagaimana waktu yang dijanjikan pelaku pada korban barang pesanan datang dan tanpa menunggu lama, unit Reskrim Polsek Loceret langsung melakukan penangkapan, serta terungkap pula kalau barang tersebut adalah hasil produksi sendiri dibelakang rumahnya dengan dibantu oleh teman pelaku.

Sedangkan dalam kasus ini pihak Polsek Loceret disamping mengamankan pelaku juga berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, 20 sak (@ 50 kg) pakan ternak Phokphan, 1 buah mobil Daihatsu Grand Max Pick Up warnah putih Nopol AG 9314 VG, 1 unit Diesel 10 PK beserta cetakan pakan ternak, 1 unit timbangan, 1 unit mesin jahit, 230 sak merk Phokphan S11, 4 buah timba, 1 sak tepung ikan 25 kg, 1 sak sekam giling 25 kg, 4 sak roti BS 70 kg, 1 sak bekatul 2 kg, 1 botol tetes tebu 1,5 liter, 19 lembar label komposisi, 1 lembar nota uang muka pembelian pakan dan 1 buah Hp. 

Sebagaimana yang dikatakan oleh Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk, pelaku melakukan perbuatan yang melanggar hukum ini karena tergiur dengan keuntungan yang besar. Karena itu dirinya berpesan kepada para produsen untuk tidak tergiur dengan penawaran harga yang murah. "Pelaku dikenakan UU RI Nomer 20 tahun 2016 pasal 100 ayat (1) tentang pemalsuan merk dan indikasi geografis," tutur Iptu Rony Yunimantara Kasubag Humas Polres Nganjuk pada media ini, 11/06/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.