Header Ads

Header ADS

RAPAT KERJA DPRD NGANJUK BARENG BUPATI BERJALAN ALOT DAN MEMANAS

Nganjuk, Pojok Kiri, Dalam rangka penanganan Pencegahan dan Penyebaran Covid-19, DPRD Nganjuk melakukan Rapat Kerja bersama Bupati Nganjuk, Wakil bupati Nganjuk, kepala OPD, dan ketua Fraksi beserta ketua Komisi DPRD Nganjuk di ruang Paripuna. Rapat yang diadakan secara terbatas tertutup, menuai protes keras dari Wakil Ketua Fraksi Golkar Karyo Sulistyo, yang menginginkan rapat terkait pembahasan anggaran penanganan virus Corona di buka secara umum.

"Ini hanya pembahasan anggaran penanganan Covid-19 yang sudah selayaknya masyarakat umum mengetahui, tentang berapa yang dianggaran, untuk apa saja anggaran itu dan bagaimana penanganannya, masyarakat wajib mengetahui. Sebagaimana Undang-Undang Nomer 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Anggaran untuk publik wajib diketahui publik. Aksesnya bukan malah tertutup untuk publik," ujar Karyo Sulistyo pada awak media.

Disisi lain, meski lamat-lamat terdengar ke luar ruangan, suasana dalam rapat terdengar dan terlihat jelas suhunya sangat panas ditambah lagi listrik di dalam ruang Paripurna sempat padam beberapa kali, belum lagi hampir semua Ketua Fraksi dan Ketua Komisi mencecar Bupati Nganjuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat menohok atas kebijakan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang disinyalir kurang berpihak kepada masyarakat secara umum.

Rapat pembahasan yang dimulai pukul 10.00 WIB berakhir pukul 13.30 WIB berjalan sangat alot. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono pada awak media, karena gelar rapat yang diselenggarakan pada hari ini adalah hal yang pertama, sedangkan para anggota dewan banyak menemukan hal-hal yang janggal (uneg-unegnya terlalu lama dipendam) akan kebijakan Bupati Nganjuk, maka rapat kali ini dijadikan ajang blejeti (banyak pertanyaan-pertanyaan menohok).

"Rapat kali ini, diselenggarakan secara terbatas tertutup, atas dasar masukan dari para pimpinan Fraksi dan Komisi, apalagi rapat kali ini sifatnya masih sebatas internal atas kebijakan-kebijakan Pemerintah Kabupaten. Disisi lain kami juga dalam taraf menuju new normal dalam tatanan pemerintahan. Sedangkan permasalahan atas keluarnya salah satu anggota Fraksi Golkar dari ruang rapat, hanya miskomunikasi saja," kata Tatit Heru Tjahjono Ketua DPRD Nganjuk.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat mengatakan, rapat kali ini adalah tentang pelaporan refokusing anggaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai dari seperti, berapa dan untuk apa yang kesemuanya telah dijabarkan, meski ada beberapa item yang belum disampaikannya atau masih dalam taraf pembahasan seperti persiapan new normal yang sampai saat ini baru mencapai 50%.

Sedangkan terkait dengan beras bansos yang berkualitas jelek sebagaimana temuan dari Komisi IV, pihaknya telah menginstruksikan pada BUMDES untuk melakukan pergantian langsung dan hal tersebut sudah dilakukan oleh BUMDES selaku suplayer bansos. "Anggaran refokusing sebesar Rp. 93 Milyar kegunaannya untuk Jaring Pengaman Sosial, recovery dan untuk dana hibah vertikal. Sedangkan untuk persiapan new normal, kami telah membahas dengan rekan-rekan dewan. Dan untuk pelaksanaannya pasti mulai bulan ini," tutur Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sesaat setelah rapat selesai, 04/06/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.