Header Ads

Header ADS

ANGGOTA KOMISI IV DPR RI PROMOSIKAN GEMARIKAN DI KABUPATEN NGANJUK

Nganjuk, Pojok Kiri, Akibat merebaknya pandemi Corona virus disease 2019 (Covid-19) yang sampai saat ini fomulanya belum ditemukan dan penyebarannya kian meningkat, meski tingkat kesembuhan juga terus membaik. Tapi telah membuat sektor sosial, ekonomi dan budaya menjadi terpuruk. Hal ini menjadi kewajiban bersama dalam mengatasinya.
Seperti yang dilakukan oleh Guntur Sasono anggota komisi IV DPR RI dalam mendukung pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corana sekaligus sebagai ajang promosi dan mengajak masyarakat untuk membiasakan makan ikan dalam Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bersama Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan sebagai mitra kerjanya membagikan bantuan olahan ikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.
“Dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19 sekaligus promosi, kami mengajak masyarakat untuk makan ikan, karena itu kami bagikan 500 goodie bag dan 2.500 masker dengan tagline “Ayo Makan Ikan” dan “Ayo Lawan Covid-19” kepada masyarakat. Hal ini sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa di situasi pandemi COVID-19, makan ikan adalah hal yang sangat penting dalam peningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh terhadap COVID-19,” kata Guntur Sasono.
Guntur Sasono juga menambahkan, paket bantuan yang diserahkan pada kali ini diantaranya, berisi masing-masing abon ikan, wader krispy, ikan krispy, ikan kaleng dan bandeng presto yang dibeli dari UMKM pengolah ikan di Kabupaten Nganjuk sendiri dengan tujuan untuk membantu kelangsungan usaha mereka pada situasi pandemi ini. 
“Ikan salah satu bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 yang sangat relevan dalam mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan. Ikan juga memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, yaitu, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadikan perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja serta lanjut usia menjadi lebih bagus (daya ingat lebih tajam),” tandas Guntur Sasono.
Gelar acara sendiri bertempat di Kelurahan Ganung Kidul yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan  Kabupaten Nganjuk, Camat Kota Nganjuk dan Kepala Kelurahan Ganung Kidul Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Sedangkan paket bantuan diserahkan secara simbolis dengan mengikuti protokol kesehatan.
Dan untuk diketahui, pada tahun 2019 prevalensi stunting nasional dilaporkan turun 3,1% menjadi 27,67%, namun harus terus dilakukan upaya untuk menurunkan stunting nasional menjadi 20%  pada tahun 2024 (catatan arahan Presiden menjadi 14%). Meski Kabupaten Nganjuk bukan daerah prioritas penanganan stunting, pemerintah daerah tetap terus berupaya memperbaiki pola hidup masyarakat melalui asupan gizi dan Kesehatan yang salah satunya dengan mengajak masyarakat mengkonsumsi ikan.
"Meski grafik, konsumsi ikan secara nasional terus meningkat. Kami akan tetap melakukan perluasan Gemarikan di 21 Provinsi terhitung mulai bulan Juni kemaren hingga bulan Oktober 2020 dengan perkiraan jumlah paket bantuan yang akan kami serahkan sekira 55 ribu paket Gemarikan. Disisi lain kami juga akan melibatkan UMKM dalam penyerapan produknya," tutur Guntur Sasangko kemaren. (Sf/To)

No comments

Powered by Blogger.