Header Ads

Header ADS

ANGGOTA KPRI RUKUN MAKMUR PACE AJUKAN PENGUNDURAN DIRI MASSAL

KPRI Rukun Makmur Pace dan Bagus P salah satu anggota Koperasi saat menunjukkan surat pengunduran diri para anggota karena rasa percaya pada Koperasi tersebut sudah hilang.

Nganjuk, Pojok Kiri, Sistem administrasi Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) "Rukun Makmur" Guru-guru Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk yang disinyalir masih tergolong buruk (amburadul) kini sulit didongkrak untuk menjadi bisnis berskala besar. Hal ini diperparah dengan rasa percaya anggota Koperasi yang beranggotakan sekitar 200 orang mulai memudar, salah satu penyebabnya ada pada kualitas sumber daya manusia yang dianggapnya kurang profesional, pelaksanaan prinsip koperasi dan sistem administrasi bisnis yang masih rendah.

Bahkan para anggota Koperasi ini juga beranggapan, meski telah didirikan pada puluhan tahun lalu, sistem administrasi tidaklah tertata dengan baik dan akhirnya modal usaha sebesar Rp. 2 Milyar lebih raib, tanpa ada penjelasan konkrit kemana modal usaha tersebut menguap. Hal ini sebagaimana yang diucapkan Bagus P salah satu anggota KPRI Rukun Makmur Pace menjelaskan, dengan adanya temuan pengawas koperasi tersebut, dari total modal usaha baik dari simpanan pokok dan simpanan wajib berjumlah total Rp. 4 Milyar lebih sedangkan yang beredar kurang dari Rp. 2 Milyar.

"Inilah yang membuat kami para anggota KPRI Rukun Makmur Pace berencana untuk mengajukan pengunduran diri dan mendesak para pengurus Koperasi segera mengembalikan hak-hak kami. Tapi sebelumnya kami meminta pengurus baru untuk menghadirkan para pengurus lama untuk memberikan penjelasan atas alur modal usaha yang menguap kepada kami," ucap Bagus P dengan nada kesal karena kurangnya transparansi penggunaan modal usaha Koperasi tersebut.

Sedangkan dalam pemberitaan sebelumnya ketua KPRI Rukun Makmur, Khotimudin juga menjelaskan, kalau modal usaha sebagaimana Laporan Pertanggungjawaban pengurus lama kepada dirinya sebagai pengurus baru yang disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) mencapai Rp. 4 Milyar lebih. Setelah dilakukan pemeriksaan, oleh para pengurus baru merasa ada kejanggalan pada nominal tersebut. "Untuk sementara terjadi selisih atau defisit sebesar Rp. 2 Milyar lebih, tapi kami masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh berapa jumlah piutang dan berapa sisanya, jadi kami belum bisa mengatakan modal usaha tersebut raib karena kami masih melakukan pengecekan pada pembukuan," kata Khotimudin yang saat itu didampingi Sekretaris KPRI Rukun Makmur, Dwinoto.

Sedangkan ditempat lain R Bambang Agus Hendro Wibowo Sekretaris Fraksi II DPRD Kabupaten Nganjuk yang salah satunya membidangi Koperasi mengatakan, secara eksternal kemampuan Koperasi di Kabupaten Nganjuk masih tergolong rendah dalam memanfaatkan peluang. Karena itu pemerintah diharap hadir dalam memberikan akses informasi dan fasilitasi dalam rangka peningkatan kapasitas. Tapi kalau sudah sampai terjadi rasa tidak percaya lagi oleh para anggota pada Koperasi seperti KPRI Rukun Makmur Pace, hal ini diakibatkan standart pengawasan yang dilakukan pemerintah lemah.

"Komisi II DPRD Nganjuk apabila nanti diminta untuk melakukan hearing dengan para pengurus baru dan lama siap memfasilitasi. Apalagi Koperasi dibentuk untuk penguatan ekonomi dengan sistem musyawarah kekeluargaan, jadi semua permasalahan harus bisa diputuskan dengan sistem itu. Tapi juga perlu diingat kalau semua atau pengurus dan anggota masih menerapkan pendekatan kekeluargaan dan kalau salah satunya menerapkan lain saya tidak bisa komentar," tutur mas Bowo sebagaimana sapaan akrab politisi Gerindra ini, 22/07/2020. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.