Header Ads

Header ADS

COVID-19, PEMERINTAH HARUS CEPAT RACIK FORMULA PENDIDIKAN YANG TEPAT

Dia Putri Aruma, SPd, Srikandi Partai Gerindra, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk.

Nganjuk, Pojok Kiri, Penambahan jumlah kasus terkonfirmasi pandemi Covid-19 terus terjadi, hal ini menunjukkan kalau sampai sekarang belum ada titik terang berakhirnya masa virus Corona, yang telah banyak menimbulkan kecemasan, salah satunya dunia pendidikan. Sedangkan fenomena tersebut bisa dilihat dari kondisi masyarakat dan sekolah yang belum benar-benar siap menerima kejutan perubahan kebiasaan dari sistem tatap muka ke sistem pembelajaran jarak jauh (daring/pemanfaatan teknologi).

Sebagaimana yang disampaikan Dia Putri Aruma, SPd anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk yang juga salah satu Srikandi Partai Gerindra mengatakan, pembelajaran daring yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir khususnya Kabupaten Nganjuk yang sebagian besar masih dalam keterbatasan seperti kemampuan tenaga pendidik yang masih rendah dalam memanfaatkan teknologi informasi (IT), kesiapan orang tua siswa dalam menyediakan perangkat pembelajaran, kemampuan anak didik dan masyarakat dalam menggunakan IT, pembiayaan dan faktor keterjangkauan jaringan internet serta lain sebagainya, apabila terus dibiarkan tanpa solusi akan menimbulkan masalah baru bagi pendidikan anak sekolah.

"Proses penanaman nilai-nilai sikap sementara sangat sulit diterapkan tanpa interaksi langsung antara peserta didik dengan tenaga pendidik. Sementara kalau bicara mengenai pendidikan, maka sama artinya membahas investasi masa depan peradaban negeri. Karena itu Pemerintah dan seluruh pihak harus bersinergi memikirkan tentang apa dan bagaimana proses pendidikan anak-anak kita untuk dibangun dan dikontruksi di masa pandemi, jangan kalah oleh anggapan pentingnya ekonomi. Harus segera ada langkah tegas dan jelas agar tragedi virus corona tidak disusul oleh tragedi kemerosotan intelektual dan peradaban," kata Dia Putri Aruma.

Disisi lain, diakui juga oleh Srikandi Gerindra ini, untuk menentukan pilihan di kondisi pandemi Covid-19 sangatlah sulit, tapi perlu diingat membiarkan peserta didik untuk selalu dirumah sampai awal 2021 tanpa kegiatan belajar dengan kondisi orang tua yang tidak bisa membimbing dan mengarahkan hanya akan membuat anak kita mengalami penurunan motivasi dan semangat belajar serta semakin membuat mereka kecanduan akan ganget, game online dan televisi. Sementara memilih membuka kegiatan persekolahan di tengah-tengah penyebaran wabah yang masih tinggi dan diperparah oleh sulitnya mendisiplinkan masyarakat juga sangat beresiko terjadinya penyebaran virus pada anak-anak. Mugkin pihak sekolah siap dibuka dengan protaf corona yang ketat, namun apakah masyarakat se-siap sekolah untuk taat?

"Sulitnya penanganan virus Corona, bukan berarti tidak menentukan pilihan. Pemerintah tetap wajib memilih dengan resiko yang paling rendah dan tidak melahirkan masalah baru yang berefek lebih besar atas pilihannya. Pilihan memundurkan tahun ajaran baru ke awal tahun 2021 ataupun tetap membuka tahun ajaran baru dengan menerapkan protaf covid-19 dengan ketat sama-sama mengandung resiko. Yang pasti, disini diperlukan adanya kehadiran pemerintah dalam meramu formula yang tepat diantara dua kondisi dan dua pilihan agar terlahir ramuan yang paling mujarab untuk digunakan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan hak sehat siswa tetap terjamin," tandas Dia Putri Aruma.

Terakhir wanita muda ini yang juga politikus Gerindra, mengingatkan kepada semua pihak, kondisi work from home dan study from home harus lebih dimaksimalkan, karena keberlangsungan dunia pendidikan tidak bisa menunggu berakhirnya pandemi Covid-19, yang saat ini batas waktunya belum bisa ditentukan. Dan dalam rangka persiapan new normal (kenormalan baru) di Kabupaten Nganjuk, Dia Putri Aruma juga mengajak semua pihak untuk berinovasi dan bertranformasi dalam mencari cara menggunakan alternatif proses kegiatan belajar mengajar yang serba darurat dan terkesan mendadak dalam penggunaan digital.

"Siap atau tidak siap dan mau tidak mau kita semua harus menghadapinya sebagai tantangan, untuk menuju keberhasilan. Walau sesungguhnya di dunia pendidikan, penggunaan digital atau teknologi informasi bukanlah hal yang baru, hanya saja kita yang berada jauh dari pusat ibu kota, yang terlambat mengetahui dan mengaplikasikannya. Disinilah tugas pemerintah untuk meracik semua komponen tersebut menjadi suatu alunan musik yang indah pada orkestra pendidikan," tutur Dia Putri Aruma, SPd Srikandi Partai Gerindra, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk pada media ini, Selasa, 14/07/2020, siang. (Ind)

No comments

Powered by Blogger.