Header Ads

Header ADS

EMPAT FAKTOR KEMISKINAN MENURUT AL-QUR'AN

Religi

Editorial, Pojok Kiri, Sekuat apapun berusaha dalam mencari kesuksesan dunia, keadaan hidup tetap belum beranjak dari kesuksesan, hal ini lumrah terjadi pada setiap manusia. Kalau dilihat dari Al-Qur'an ada beberapa unsur dari penyebab kemiskinan yang biasa terjadi dalam tatanan kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara yang patut diketahui. Diantaranya yang termaktub dalam Kitab Suci ummat Muslim ada empat hal pokok.

Pertama, kemiskinan akan terjadi apabila di eksternal sering terjadi gejolak seperti bencana alam atau peperangan, sedangkan peperangan yang dihadapi saat ini oleh banyak orang di dunia termasuk Indonesia adalah perang dalam memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19 yang masuk dalam bencana nasional atau dunia, sehingga mengakibatkan suatu kaum yang awalnya sejahtera bisa dengan seketika menjadi miskin (misal kisah kaum Saba’ QS Saba [34]:15-16 

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".  Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr."

Kedua, proses kemiskinan bisa pula secara gradual dimana daya dukung alam terhadap manusia terus berkurang akibat degradasi lingkungan karena kerusakan yang sebagian besar diakibatkan ulah manusia sendiri. Ini adalah sikap manusia yang hanya memandang hidup berdasarkan keserakahan tanpa memikirkan kepentingan anak cucunya di kemudian hari.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS 30:41) 

Ketiga, kemiskinan bisa pula terjadi karena eksploitasi sebagian manusia atas manusia lain, misalnya perbuatan zalim dengan memakan harta orang lain secara batil. Perbuatan ini menunjukkan kurangnya rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah SWT yang menjadikannya bagian dari syariat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,” (QS At-Taubah [9]:34). 

Kemiskinan kemudian bisa semakin diperparah dengan rendahnya solidaritas golongan kaya sehingga si miskin sulit mampu keluar dari kemiskinannya. Si kaya terus mengumpulkan harta benda lalu hanya menyimpannya saja (QS 70:18).

Keempat, kemiskinan timbul akibat konsentrasi kekuasaan, ketimpangan pendidikan, sosial dan sumberdaya ekonomi. Ketidakseimbangan tersebut akan berdampak besar pada kemiskinan, pengangguran dan akhirnya dikelompok masyarakat timbul kecemburuan sosial serta mampu meningkatkan kriminalitas atau dimana kekayaan hanya beredar di sekelompok kecil masyarakat saja seperti pembuat komitmen atau pemberi kebijakan hanya memberikan kekayaan yang terkandung didalamnya kepada orang-orang terdekat dia (disekitarnya) saja. Mungkin ini bisa ditarik sebagai pelajaran hidup kita dari sejarah kronisme Fir’aun, Haman, Qarun yang menindas dan memiskinkan rakyat Mesir bisa dijadikan dasar untuk bersikap dan menjadikan hidup begitu indah, seperti contoh (QS Al-Qashash [28]:1-88). (*)

No comments

Powered by Blogger.