Header Ads

Header ADS

KPRRI RUKUN MAKMUR PACE MEMANAS KORWIL PENDIDIKAN PACE HENTIKAN SIMPANAN.

Nganjuk, Pojok Kiri, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Rukun Makmur Pace awalnya dibangun sebagai salah satu instrument ekonomi yang menjadi perwujudan pembangunan bangsa secara kolektif. Hal ini sesuai dengan asal kata koperasi itu sendiri yang berarti kerja sama, dengan tujuan kemakmuran bersama. Sebagaimana UU No. 25 Tahun 1992 Pasal 1 angka 1 yang menyatakan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. 

Dalam konsideran UUP telah disebutkan bahwa koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Tapi kenyataan dilapangan KPRI Rukun Makmur Guru-guru Kecamatan Pace disinyalir hanya untuk kemakmuran kelompok kecil.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Bagus P salah satu anggota KPRI Rukun Makmur Pace, pengurus koperasi yang baru sesungguhnya adalah muka-muka lama dalam kepengurusan koperasi tersebut, jadi sangat ironi apabila pengurus baru yang diisi oleh muka lama, tidak mengetahui alur pengeluaran modal usaha yang sebagaimana LPJ pada RAT di ketahui berjumlah lebih dari Rp. 4 Milyar dan hanya diketahui peredarannya kurang dari Rp. 2 Milyar.

"Kami para anggota terus bertanya-tanya tentang raibnya modal usaha sebesar Rp. 2 Milyar lebih. Apakah ini ada aliran dana fiktif ke salah satu pengurus atau kesemua pengurus.....? Atau juga ada kesalahan pembukuan....? Tapi yang jelas LPJ modal usaha sebesar Rp. 4 Milyar lebih telah diterima oleh pengurus baru dan para anggota Koperasi, jadi dalam kesepakatan jumlah tersebut sudah diterima, hanya saja selisihnya yang sampai saat ini belum ada kejelasan," ujar Bagus P.

Masih menurut Bagus P yang juga sebagai staf Korwil Pendidikan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk menambahkan, dengan adanya ketidakberesan ditubuh koperasi, Korwil Pendidikan Pace yang selama ini mengkoordinir simpanan pokok dan simpanan wajib serta setoran cicilan pinjaman dihentikan untuk sementara waktu terhitung mulai bulan Agustus sampai batas waktu yang belum ditentukan (sampai ada kejelasan tentang penguapan modal usaha dari pengurus). "Langkah tepat telah diambil Korwil Pendidikan Pace, untuk menyelamatkan para anggota koperasi dari ketidakjelasan modal usaha yang carut marut," ungkap Bagus P.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sodiq Panani anggota KPRI Rukun Makmur yang juga Kepala Sekolah SDN Babadan Pace, dirinya menjadi anggota koperasi tersebut sejak tahun 1987 dan telah berkali-kali mengingatkan pengurus untuk melakukan pembenahan pembukuan dan mengedepankan transparansi dalam pelaporan tutup buku pada anggota. Hal ini dimaksud agar dikemudian hari tidak ada gejolak atas dugaan-dugaan yang bisa memojokkan para pengurus.

"Tapi hal itu sudah terjadi dan rasa percaya anggota pada KPRI Rukun Makmur sudah luntur. Jadi sekarang sudah sewajarnya para pengurus bertanggungjawab kepada para anggota atas dugaan raibnya modal usaha sebesar Rp. 2 Milyar lebih. Dan kalau sampai terjadi penjualan asset itu bukan jalan keluar, karena pengurus baru adalah wajah lama yang sudah semestinya tahu alur pengeluaran dan pendapatan dari koperasi, kalau sampai tidak tahu, lantas apa yang mereka kerjakan sebagai pengurus," tutur Sodiq Panani pada media ini, 28/07/2020. (Ind).

No comments

Powered by Blogger.